Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
“Hamba adalah Prabu Guruhandaya,” kata sosok itu lirih sambil melayang turun. “Aku adalah raja yang terbang. Di mana aku jatuh, di situ tempat tinggalku.”
Kresna menatap penuh tanda tanya, sementara Werkudara (Bima) tetap polos seperti biasanya.
Pencarian Gatotkaca dan Tanda Bahaya
“Ah begitu… aku sedang mencari anakku, Gatotkaca, karena negaranya diserang. Bukankah begitu, Werkudara?” tanya Kresna. Werkudara mengangguk.
Prabu Guruhandaya tak menunggu lama; tanpa basa-basi ia melesat menuju Pringgondani ketika kabar serangan sampai di telinganya. Bima hanya berkomentar polos tentang cara pergi sang raja tanpa pamit, lalu mereka bergegas mengikuti.
Konfrontasi di Pringgondani
Di medan Pringgondani, Prabu Kirmira dari Gua Barong mendekat mengancam.
“Jika kau menghalangi, aku bunuh kau,” ucapnya penuh amarah, berniat menaklukkan atau membunuh Gatotkaca. Guruhandaya berdiri tegap menghadapi ancaman itu.
Wujud Asli Terungkap
Dalam tekanan pertarungan, Guruhandaya berubah rupa.
Dari raja yang terbang menjadi sosok yang tak asing lagi, yakni Prabu Anom Gatotkaca.
Kembalinya wujud itu membuat suasana berubah seketika. Kirmira yang dulu membunuh ayah Gatotkaca kini dihadapkan pada putra yang tumbuh kuat.
Balas Dendam dan Pembebasan Pringgondani
Amarah lama yang tersimpan meledak. Gatotkaca menumpas Kirmira.
Dengan satu pertarungan heroik, Kirmira tewas, dan ancaman Gua Barong lenyap. Pringgondani terbebas dari serangan, rakyat bersorak lega.
Penobatan Kembali dan Pulang ke Kahyangan
Setelah kemenangan itu, Werkudara dan Kresna menyadari kebenaran, Guruhandaya memang Prabu Anom Gatotkaca yang pulang dari kahyangan.
Setelah diwisuda di Kahyangan Suralaya, Gatotkaca kembali menempati takhta dan mengembalikan kedamaian di Pringgondani.
Akhir kisah Guruhandaya menegaskan tema klasik wayang: kebenaran yang terkubur akhirnya muncul, takdir yang tak terelakkan, serta kembalinya pahlawan untuk menegakkan keadilan.
Perjalanan emosional antara dendam, pengungkapan, dan rekonsiliasi memberi pelajaran moral tentang keberanian, identitas, dan pengorbanan.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani