Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Arjuna Sasra Krida 3, Murka Sang Arjuna

Ki Damar • Minggu, 19 Oktober 2025 | 04:30 WIB
Tokoh Wayang Arjunasasra
Tokoh Wayang Arjunasasra

Lakon Wayang oleh Ki Damar*

Di tepi pantai, Petruk, Bagong, dan Semar berteriak sekuat tenaga.

“Sinuwun! Prabu Dasamuka menyerang! Semua orang tewas!”

Mereka berteriak berulang-ulang, namun tak juga terdengar oleh Prabu Arjuna Sasra. Maklum, Arjuna berada di tengah samudra, sementara mereka di daratan.

Selain jarak yang jauh, suara mereka tenggelam oleh gemuruh ombak. Arjuna pun tengah asyik bercengkerama dengan para istrinya.

“Ini tak akan berhasil, Pak! Kau harus terbang ke sana!” seru Petruk.

“Baiklah, ini keadaan genting,” jawab Semar.

Ia pun terbang melintasi ombak, menuju tempat Arjuna bertiwikrama.

Dari atas udara, ia berteriak sekeras mungkin, mengabarkan bahwa seluruh prajurit dan raja Telukan telah gugur. Namun Arjuna tak juga mendengar.

Baru ketika Semar berteriak menyebut nama Sumantri, Prabu Arjuna menoleh dan menatap ke arahnya.

“Apa yang kau katakan, Kakang Semar?” tanya Arjuna dengan suara menggelegar di tengah samudra.

“Ndara Sumantri gugur dalam pertempuran melawan Dasamuka,” jawab Semar.

Sekejap, wajah Arjuna berubah murka. Ia segera menyelamatkan para istrinya dengan memasukkan mereka ke dalam sumping, lalu menepi ke daratan.

“Apa yang sebenarnya terjadi, Kakang Semar? Mengapa Sumantri bisa mati?”

“Bukan hanya Raden Sumantri, Ndara,” ujar Semar muram.

“Patih Surata, Raja Telukan, dan semua prajurit di pesanggrahan tewas dibunuh Prabu Dasamuka, Raja Alengka.”

Tanpa pikir panjang, Prabu Arjuna Sasra melacak keberadaan musuhnya. Dengan kesaktian dewa yang dimilikinya, ia segera menemukan Dasamuka yang masih berkeliaran di sekitar situ.

“Oh, ini dia Arjuna Sasra,” seru Dasamuka sambil tertawa keras. “Sungguh luar biasa, tubuhmu membesar dengan seribu tangan. Tanda jelas bahwa kau seorang raja yang serakah.”

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Lakon wayang #arjuna #semar