Lakon wayang Srikandi Krida oleh Ki Damar*
KESUNYIAN di medan pecah ketika Sri Kresna menegur sikap pasrah para Pandawa. Perang bukan saat menunduk.
Ia membangunkan kesadaran: kalau tidak bergerak, mereka akan binasa.
Arjuna bingung melawan rasa hormat kepada eyang Bisma.
Bima menolak menyakiti kakek yang dicintainya.
Kresna tak tinggal diam. Ia memutuskan mencari senopati lain yang mampu menandingi Bisma dan memecah kebekuan hati para Pandawa.
Arjuna mengikuti Kresna. Di tengah pencarian, mereka bertemu Srikandi, pejuang wanita yang siap memimpin pasukan wanita.
Srikandi menyatakan kesiapan pasukan wanita.
Ia siap turun ke garda depan.
Ketika Kresna memaparkan strategi, Arjuna dan Kresna saling sindir ringan.
Meski ada canda, di baliknya terpatri rasa khawatir dan harap bahwa kehadiran Srikandi akan mengubah jalannya pertempuran. (*/den)
*Penulis lakon wayang Srikandi Krida alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan