Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Alasan Ki Anom Suroto Idolakan Bima: Tokoh Wayang Berjiwa Tegas, Selalu Memanusiakan Manusia

Ki Damar • Rabu, 5 November 2025 | 00:25 WIB

Ilustrasi tokoh wayang Bima titisan Batara Bayu
Ilustrasi tokoh wayang Bima titisan Batara Bayu

Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

Bima adalah salah satu tokoh wayang paling populer di kalangan masyarakat Jawa.

Sosok yang dikenal berpendirian teguh, tegas, dan pemberani ini menjadi simbol kekuatan serta keteguhan hati orang Jawa.

Nilai yang dipegangnya selaras dengan pepatah Jawa yen kaku isa dadi pikulan, yen lemes isa digawe tali.

Ungkapan itu bermakna bahwa Bima sangat menghormati siapapun yang mampu memanusiakan manusia.

Baca Juga: Gaji PNS Naik Sesuai Perpres 79 Tahun 2025, Resmi Berlaku Mulai Kapan?

Dalam dunia pewayangan, belum ada tokoh yang memiliki keteguhan hati seperti Werkudara.

Ia adalah satu-satunya tokoh yang berhasil mencapai manunggaling kawula gusti, yaitu penyatuan antara manusia dan Tuhannya.

Tak heran jika dalang kondang Ki Anom Suroto sangat mengidolakan sosok Bima.

Meskipun dalang sejatinya tidak boleh berpihak pada tokoh tertentu, rasa kagum terhadap karakter Bima merupakan hal yang wajar.

Baca Juga: 5 Wisata Pegunungan dengan Pemandangan Pagi yang Menakjubkan, Nomor 2 Ada di Jawa Timur! 

Almarhum Ki Anom Suroto bahkan banyak menciptakan lakon-lakon yang menonjolkan Bima sebagai tokoh utama.

Beberapa di antaranya adalah Bima Maneges, Bima Labuh, Begawan Jayalaga, Bima Krida, dan Werkudara Kembar.

Ia dikenal sangat piawai membangun konflik dan alur cerita.

Bahkan lakon-lakon ciptaannya sering dijadikan referensi oleh banyak dalang di tanah air.

Baca Juga: Pensiunan PNS Tak Dapat Kenaikan Gaji November, Padahal Perpres Nomor 79 Tahun 2025 Resmi Berlaku

Bagi Ki Anom, karya-karyanya merupakan bentuk klungsu-klungsu melu udu, yakni sumbangsih bagi dunia pedalangan.

Ia merasa bahagia apabila lakon yang ia ciptakan dapat bermanfaat bagi para dalang lain dalam mencari nafkah.

Baginya, pengakuan terhadap karya sudah lebih dari cukup.

Seorang seniman sejati, menurut Ki Anom, berkarya bukan demi royalti, melainkan agar karyanya bisa dinikmati dan diteruskan oleh generasi berikutnya.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#dalang #bima #Ki Anom Suroto #Tokoh wayang #Lakon