Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Wrehatnala Krida 2, Teguran untuk Sang Putra Wirata

Ki Damar • Selasa, 11 November 2025 | 00:25 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Kedi Wrehatnala
Ilustrasi tokoh wayang Kedi Wrehatnala

Lakon Wayang oleh Ki Damar*

Di kubu Kurawa, Narpati Basukarna bersama Patih Sengkuni tampak heran melihat kebijakan Raja Wirata.

Mereka tidak habis pikir mengapa senopati yang dikirim ke medan perang masih sangat muda, bahkan kusirnya seorang wandu.

“Apakah Raja Wirata sedang menyepelekan kita, Paman Sengkuni? Ataukah ini semacam ejekan terhadap pasukan Astina?” tanya Basukarna dengan nada marah.

“Sungguh, Prabu Matsapati telah menghina Astina,” balas Sengkuni licik. “Bagaimana tanggapanmu, Raja Awangga?”

“Baiklah, kerahkan seluruh pasukan Kurawa! Fokuskan serangan pada senopati Wirata dan kusirnya itu. Aku tidak akan membiarkan kehormatan Astina direndahkan,” ujar Basukarna tegas.

“Baik, anak Prabu! Hai para Kurawa, angkat panah dan senjata kalian. Serang senopati Wirata, Raden Utara!” seru Sengkuni.

“Baik, Paman! Baik, Paman!” teriak para Kurawa serempak.

Pasukan menyerbu ke arah Senopati Wirata.

Mata Raden Utara terbelalak, tubuhnya gemetar melihat ribuan prajurit menyerang bersamaan, panah-panah beterbangan bagai hujan badai dari langit.

Ketakutan menguasai dirinya. Ia melompat turun dari kereta dan berlari meninggalkan medan perang.

Wrehatnala yang melihat itu segera mengejar dengan ajian Sepi Angin miliknya.

“Raden, berhenti! Jangan lari!” teriak Wrehatnala, namun Raden Utara tak menggubris.

Dengan sekejap, Wrehatnala berhasil menjambak rambut sang raden hingga ia terjatuh. “Dasar kau ini tidak punya tata krama!” bentak Utara sambil marah.

“Beraninya menarik rambutku! Aku ini putra raja! Akan kuhukum gantung kau!”

“Maafkan aku, Gusti,” jawab Wrehatnala tenang. “Yang kutarik bukan rambut Paduka, melainkan perilaku pengecut Paduka.”

Raden Utara naik pitam dan mencekik leher Wrehatnala dengan kemarahan membara.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #Lakon #wayang #Sengkuni