Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Subali Lena 2: Wanita Itu Pandai Menyimpan Perasaan

Ki Damar • Kamis, 20 November 2025 | 03:00 WIB
Ilustrasi lakon wayang Subali Lena.
Ilustrasi lakon wayang Subali Lena.

Lakon wayang Subali Lena oleh Ki Damar*

DASAMUKA mulai kehabisan cara. Siasat pertama gagal karena Subali tetap teguh dalam keikhlasan seorang pandita.

Namun raja Alengka itu bukan tipe yang mudah menyerah. Ia pun menurunkan nada suaranya, seolah hendak mengungkapkan rahasia besar.

“Baiklah, kakang. Kalau begitu aku bicara jujur saja. Selama ini, apakah kau tidak pernah curiga pada Dewi Tara?” bisik Dasamuka.

Subali mengernyit. “Curiga? Apa maksudmu, yayi? Hati-hati bicaramu.”

Dasamuka pura-pura menunduk. “Kakang, wanita itu pandai menyembunyikan perasaan. Kau tahu dia menikah dengan siapa, tapi hatinya bagi siapa… siapa yang tahu? Kau pernah berpikir mengapa dia begitu ikhlas menerima keadaanmu sekarang? Mengapa dia selalu mencegahmu pergi ke istana Sugriwa?”

Subali mulai gelisah. Dasamuka melanjutkan, menusuk lebih dalam.

“Bukan karena dia menjaga hatimu, kakang… tapi karena dia takut kau suatu hari memergoki sesuatu yang tak ingin kau lihat.”

“Cukup, Dasamuka! Jangan sembarangan menuduh istriku!”

“Maaf, kakang resi. Laki-laki kalau sangat mencintai istrinya memang mudah tersulut. Tapi tanyalah dirimu sendiri, kau cinta, benar. Tapi apa istrimu juga demikian? Atau, hatinya telah condong pada Sugriwa?”

Wajah Subali memerah. “Kurang ajar! Aku rela meninggalkan takhta karena mencintai Dewi Tara!”

Dasamuka tersenyum miring, melihat bara mulai menyala.

“Itu dia, kakang. Cintamu tulus, tapi cinta tidak selalu dibalas dengan ketulusan. Sugriwa itu kini raja besar, dihormati seluruh bangsa wanara. Sementara pamormu menurun karena memilih jalan kepanditaan. Aku hanya takut, Sugriwa tergoda berbuat di luar akal sehatnya.”

“Dasamuka!” suara Subali bergetar antara murka dan bingung.

Dasamuka memberi pukulan terakhir.

“Aku hanya tidak mau melihat rakyat Kiskenda dipimpin kera yang tak tahu diri. Kalau kau diam saja, kakang… kau sendiri yang akan menyesal.”

Ucapan itu bagai panah beracun yang menancap dalam di hati Subali. Dadanya panas, pikirannya berkecamuk. Ketenangan seorang resi mulai terkikis oleh hasutan halus sang raja Alengka.

Pertapan Sunyapringga yang semula hening berubah menjadi tempat dimana benih dendam mulai tumbuh pelan namun pasti. (*/den)

*Penulis lakon wayang Subali Lena alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Rahwana #dasamuka #Lakon wayang #Subali #Subali Lena #wayang