Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Adipati Kahana 1, Mencari Keadilan ke Wirata

Ki Damar • Minggu, 23 November 2025 | 01:20 WIB
Ilustrasi lakon wayang Adipati Kahana.
Ilustrasi lakon wayang Adipati Kahana.

Lakon Wayang oleh Ki Damar* 

Di Kadipaten Tunggarana, Adipati Kahana tengah mencari keadilan atas wilayahnya yang kembali dimintai pajak oleh Negara Trajutrisna.

Menurutnya, Tunggarana telah dimerdekakan oleh Prabu Bomantara pada masa sebelumnya.

Namun setelah kekuasaan berpindah kepada Prabu Sitija, kadipaten itu diminta tunduk kembali dan membayar pajak, bahkan jumlahnya meningkat hingga lima puluh persen.

Adipati Kahana merasa keberatan. Ia yakin bahwa Trajutrisna tidak lagi berhak memungut pajak dari Tunggarana.

Baca Juga: Hasil Persebaya vs Arema: Drama di GBT, Gol Bunuh Diri Dimov Dibalas Aksi Heroik Bruno Moreira

Terlebih, kedekatan wilayahnya dengan Pringgondani membuatnya memutuskan meminta pertimbangan dari penguasa di sana.

Sejak lama Tunggarana memang lebih dekat dengan Prabu Temboko, eyang dari Raden Gatotkaca.

Terlepasnya Tunggarana dahulu juga hasil negosiasi Prabu Temboko dengan Prabu Bomantara.

“Lalu hamba harus bagaimana, Anak Prabu?” tanya Adipati Kahana, pasrah dan kebingungan.

“Paman Adipati, bagaimana hamba bisa membantu bila itu terjadi sebelum kelahiranku? Apakah ada surat yang menyatakan bahwa Tunggarana telah resmi lepas dari Trajutrisna?” tanya Gatotkaca.

Adipati Kahana mengangguk.

“Ada, Sinuwun. Surat itu disimpan di Kerajaan Wirata, kraton sepuh tempat segala administrasi kerajaan dihimpun.”

Baca Juga: Longsor Pulung Ponorogo Makin Parah? Bunda Rita Turun Tangan, Tawarkan Relokasi Warga

“Baiklah, kalau begitu kita pergi ke Wirata,” kata Gatotkaca.

“Namun Sinuwun,” ujar Adipati Kahana ragu, “gerak-gerik kami selalu diawasi utusan Trajutrisna.”

“Tenanglah, Paman. Aku akan membantumu. Bersiaplah menuju Wirata.”
Kata-kata Gatotkaca membuat Adipati Kahana merasa lega.

“Dan satu hal lagi, Sinuwun. Dahulu juru tulis Tunggarana disekap oleh Trajutrisna. Ia satu-satunya saksi yang mengetahui perjanjian pembebasan itu.”

(*/naz)

*Penuis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Lakon #adipati #wayang