Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Tunggarana Merdika 1: Sumberkatong Membawa Perlawanan ke Wirata

Ki Damar • Jumat, 28 November 2025 | 02:52 WIB

Ilustrasi lakon wayang Tunggarana Merdika.
Ilustrasi lakon wayang Tunggarana Merdika.

Lakon wayang Tunggarana Merdika oleh Ki Damar*

ADIPATI Tunggarana, Adipati Kahana, tewas di tangan Yayahgriwa—punggawa Trajutrisna—saat berusaha menyelamatkan Sumberkatong. Kematian sang pemimpin membuat Sumberkatong larut dalam duka. Tetapi ia sadar: pengorbanan itu tidak boleh sia-sia.

Tunggarana dahulu adalah wilayah merdeka, namun kini haknya dirampas Prabu Sitija. Untuk itulah Sumberkatong bergegas menuju Negara Wirata, berharap sinuwun Matsapati bisa memberikan keadilan atas penjajahan yang dilakukan Trajutrisna.

Namun perjalanan menuju Wirata tidak mudah. Ia terus dikejar karena memegang rahasia besar milik Patih Pancatnyana dan para punggawa Surateleng—yang kini berganti nama menjadi Trajutrisna.

Rahasia itu ialah rencana pembunuhan terhadap Prabu Sitija. Pancatnyana menyimpan dendam lama karena Sitija adalah pembunuh sesembahannya sebelum naik takhta.

Perjalanan Sumberkatong semakin genting. Meski lelah dan tubuh penuh luka, ia akhirnya tiba di perbatasan Wirata, terhindar dari kejaran Yayahgriwa.

“Wahai dewa, kau telah menyelamatkanku…” ucapnya lirih, penuh syukur.

Tak lama kemudian beberapa prajurit Wirata menghampirinya. Melihat tubuh Sumberkatong lusuh dan kelelahan, seorang di antaranya bertanya, “Siapa kau, kisanak? Apa yang membuatmu sampai begini?”

Dengan sisa tenaga, Sumberkatong menjawab,
“Raden… aku membawa kabar penting dari Tunggarana. Kedatanganku mencari keadilan, karena kami dijajah Trajutrisna. Hanya sinuwun Matsapati yang pantas mendengar keluhan ini.”

Prajurit itu mengernyit.
“Trajutrisna? Bukankah itu dulu Surateleng?”

“Benar, raden.”

“Lalu apa hubungannya dengan Tunggarana?”

Sumberkatong menunduk dalam.
“Maafkan aku, raden… ini rahasia besar. Hanya baginda Prabu Durgandana yang harus mendengarnya langsung.”

Perbatasan Wirata menjadi saksi mula perjalanan panjang Sumberkatong mencari keadilan bagi tanah Tunggarana yang dirampas. (*/den)

*Penulis lakon wayang Tunggarana Merdika alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Lakon wayang #tunggarana merdika #wayang