Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Tunggarana Merdika 4: Bunuh Diri Politik

Ki Damar • Jumat, 28 November 2025 | 03:45 WIB

Ilustrasi lakon wayang Tunggarana Merdika.
Ilustrasi lakon wayang Tunggarana Merdika.

Lakon wayang Tunggarana Merdika oleh Ki Damar*

PRABU Matsapati akhirnya mengambil langkah tegas. Ia memerintahkan tiga senopati andalan Wirata—Rupa Kinca, Kincaka Rupa, dan Rajamala—untuk segera bergerak ke Trajutrisna.

“Bawa Sitija dan Gatutkaca ke Wirata. Mereka harus menerima keadilan,” titah Matsapati.

Ketiga panglima Wirata berangkat dengan cepat. Mereka tiba saat Sitija dan Gatutkaca masih bertarung sengit, memanaskan perbatasan Pringgondani–Trajutrisna.

Rajamala langsung memutus duel itu.

“Cukup! Kalian berdua diundang ke Wirata. Jika menolak, kalian akan dicap sebagai satria penjahat perang dan dikucilkan dari kerajaan-kerajaan lain.”

Sitija mendengus marah.

“Berani sekali Raja Wirata mengancam raja besar Trajutrisna! Siapa dia?”

Rajamala membalas dengan tegas.

“Jangan bodoh, kakang Sitija. Semua raja tahu bahwa Kanjeng Eyang Matsapati adalah raja besar, negara adidaya. Banyak kerajaan bersekutu dengannya. Bila kau menolak, Trajutrisna dianggap menantang Wirata—itu bunuh diri politik.”

Sitija membentak, penuh ego. “Memang kenapa bila aku tak berpihak? Jangankan Wirata, kahyangan pun kalau berperang, aku tak takut!”

Namun Gatutkaca berbicara lebih lembut, mencoba menurunkan tensi.

“Kakang Sitija… lebih baik kita memenuhi panggilan itu. Ada hal yang lebih besar daripada kekuatan seorang raja: kerjasama.
Bila kau keras kepala, rakyatmu yang akan menderita. Dan bila rakyat kehilangan kepercayaan, negaramu tak akan lama bertahan.”

Debat kedua raja itu memanas, namun panggilan Wirata tidak bisa dianggap remeh. Pergeseran kekuasaan dan nasib Tunggarana kini berada di ujung keputusan mereka. (*/den)

*Penulis lakon wayang Tunggarana Merdika alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#sitija #Lakon wayang #Gatutkaca #tunggarana merdika #wayang