Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Lesmana Krida 2, Kabar Duka untuk Dewi Iswani

Ki Damar • Selasa, 9 Desember 2025 | 00:45 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Lesmana
Ilustrasi tokoh wayang Lesmana

Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

Di kediamannya, Kumbakarna berdiri lama di depan pintu kasatrian.

Ada beban besar yang menekan dadanya, kabar yang tak sanggup ia ucapkan pada istrinya, Dewi Iswani.

Begitu melihat suaminya pulang seorang diri, Iswani langsung bertanya cemas.

“Raden… mengapa kau pulang tanpa kedua anak kita? Apakah kau tidak mencari mereka? Sejak pagi mereka belum makan. Aku takut mereka kelaparan. Lagi pula keadaan Alengka makin genting. Kudengar pasukan Prabu Ramawijaya baru saja menewaskan senopati kerajaan. Aku benar-benar khawatir pada anak-anak kita.”

Ucapan istrinya membuat lutut Kumbakarna gemetar.

Matanya memerah, bibirnya bergetar menahan penyesalan yang tak terucap.

“Kakang mas… mengapa kau hanya diam? Apakah terjadi sesuatu di luar sana? Ataukah kakakmu memarahimu lagi? Itu sudah biasa, tapi mengapa kali ini kau terlihat hancur?” tanya Iswani semakin gelisah.

Kumbakarna akhirnya tak mampu menahan tangis.

“Oh, istriku Iswani… maafkan aku. Jangan lagi kau menunggu mereka. Jangan kau mencari mereka… sebab anak-anak kita kini telah tenang. Mereka sudah berada di pangkuan bidadari kahyangan, yayi…”

Air mata Iswani langsung pecah.

“Apa maksud ucapanmu ini, Raden? Jangan hanya menangis, katakanlah apa yang benar-benar terjadi!”

Dengan suara patah, Kumbakarna menjawab, “Istriku… kedua putra kita telah gugur di medan perang. Mereka tewas di tangan balatentara kera.”

Dewi Iswani terjatuh, tubuhnya melemas seketika.

“Bagaimana bisa? Mengapa mereka pergi ke tempat seberbahaya itu, kakang mas?”

Kumbakarna pun merangkul istrinya perlahan.

“Yayi… sebagai orang tua para ksatria, janganlah kau larut dalam duka. Banggalah, karena meski masih kecil, anak-anak kita memiliki jiwa kesatria dan patriotisme yang besar. Mereka berani membela negerinya. Jika anak-anak kita saja tahu apa itu darma negara… apakah aku, sebagai ayah mereka, harus hanya diam dan menutup mata?”

(*/naz)

*Penulis merupakan alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#lesmana #Lakon #wayang #Kumbakarna