Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Wahyu Timbul Kencana 5 Habis, Mengabdi kepada Alam

Ki Damar • Selasa, 16 Desember 2025 | 03:30 WIB
Ilustrasi turunnya wahyu dalam cerita wayang
Ilustrasi turunnya wahyu dalam cerita wayang

Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“Manusia, ketika memiliki kekuasaan, pada hakikatnya sering menggunakannya demi kepentingan pribadi. Entah untuk popularitas, agar tampak baik di mata sesama, atau demi mencari simpati. Mereka lupa bahwa yang berhak menilai adalah Tuhan, sementara mereka justru sibuk mengejar penilaian manusia,” sabda Batara Darma.

“Baiklah, Pukulun,” jawab Puntadewa dengan penuh keteguhan.

“Hamba ingin menjadikan hukuman di Hutan Kamyaka ini sebagai laku tirakat, sekaligus wujud pengabdian manusia kepada alam,” lanjutnya.

“Bagaimana caramu, Puntadewa?” tanya Batara Darma.

“Hamba bersama saudara-saudara hamba, para Pandawa, selain menjalani hukuman pengasingan, juga akan berusaha melestarikan hutan ini. Kami akan menjaga kelestariannya dengan menanam kembali pepohonan yang telah ditebang oleh Paman Sengkuni. Meskipun beliau yang bertanggung jawab, sebagai manusia yang telah melihat kerusakan ini dengan mata kepala sendiri, hamba merasa wajib bertindak demi alam raya.”

Batara Darma tersenyum penuh welas asih.

“Sungguh besar kasihmu, Puntadewa. Tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada alam semesta.”

Atas ketulusan itu, Batara Darma menganugerahkan Wahyu Timbul Kencana.

Dengan wahyu tersebut, setiap Pandawa menanam pohon, maka pohon itu akan tumbuh dan hidup dengan subur. Puntadewa pun kembali menemui saudara-saudaranya.

Ia menjelaskan alasan kepergiannya dan menyampaikan tugas mulia yang kini mereka emban bersama, yakni menjaga dan memulihkan alam dengan kekuatan Wahyu Timbul Kencana.

Timbul bermakna muncul atau tumbuh, sedangkan kencana berarti emas. Maknanya adalah tumbuhnya kembali alam sebagai puncak kemuliaan kehidupan bersama antara manusia dan semesta.

(*/naz)

*Penulis adalah alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Puntadewa #Pandawa #hutan #Lakon #wayang