Lakon Wayang oleh Ki Damar*
DI kasatrian Madukara, Raden Arjuna merasa khawatir karena anaknya yang paling dicintai lama tak kunjung pulang.
Dewi Subadra, istri Arjuna, menangis di pangkuan Arjuna karena takut terjadi apa-apa pada anaknya yang bernama Abimanyu.
‘’Pangeran, bila Abimanyu tak segera pulang, aku akan mencarinya sendiri. Aku tidak akan memohon padamu untuk mencarinya karena terlihat di matamu kau tidak peduli,'’ kata Subadra pada suaminya.‘
’Rara Ireng (julukan Subadra), kamu jangan berprasangka buruk padaku. Aku juga khawatir, kenapa kau bilang aku tak peduli?’’ terang Arjuna.
‘’Buktinya, anak tak kunjung pulang berbulan-bulan namun ayahnya tetap santai seperti tidak terjadi apa-apa. Oh iya aku lupa istrimu yang lain juga punya anak, anakmu banyak juga, jadi kamu tidak akan rugi bila kehilangan anak satu,’’ Subadra mendesak Arjuna.
‘’Subadra, janganlah kau berkata demikian itu, aku percaya Abimanyu tidak akan kenapa-kenapa. Dia satria tangguh seperti diriku,’’ tutur Arjuna.
‘’Kanjeng pangeran, Abimanyu bukanlah paduka, aku tahu bila kau satria sakti yang dapat menjaga diri. Kau cukup dewasa dalam menghadapi segala masalah, namun tidak dengan abimanyu,’’ ujar Subadra.
Arjuna merasa terpojok sehingga menyuruh Subadra untuk tenang dan duduk.
‘’Tenanglah istriku, aku akan mencari anak kita, aku berjanji tidak akan pulang sebelum menemukan Angkawijaya (nama lain Abimanyu),’’ ucap Arjuna.
Tak lama setelah itu, datanglah seorang punggawa Kasatrian Plangkawati memberikan kabar bahwa Plangkawati telah diduduki seorang raja yang ingin membunuh Abimanyu.
Mendengar itu Arjuna tidak tinggal diam, dia segera ke Kasatrian Plangkawati tempat Abimanyu tinggal. (*/den)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan