Lakon Wayang oleh Ki Damar*
KAPIWARA terus menepis kecurigaan Arjuna. '’Maafkan aku raden, bukankah raden Abimanyu itu sudah sangat terkenal maka tak heran bila banyak orang yang tahu bahwa dia punya nama Angkawijaya,’’ ungkapnya.
‘’Orang yang mengatakan itu hanya kerabat saja, orang lain tak akan pernah menyebut nama itu, bila kau tidak mengaku aku akan menggunakan pusakaku pasupati untuk membunuhmu!’’ Arjuna mengancam.
Akhirnya Kapiwara mengatakan hal sebenarnya, mengakui bahwa dia adalah Anoman.
‘’Lalu siapa raja tadi?’’ tanya Arjuna.
‘’Benar raden, ia adalah anakmu, dia adalah raden Abimanyu’’ jelas Anonam.
Arjuna segera pergi menuju ke Plangkawati. Prabu Jayasura diglendeng prabu Jayawerjita keluar istana dan bertarung sengit.
‘’Dasar raja serakah, beraninya menjajah tempatku. Apakah kau sering mendzolimi banyak orang?’’ ujar Jayawerjita.
‘’Oh ada orang yang tidak terima, kenapa? Apakah kau juga ingin duduk di Plangkawati? Setahuku hanya Abimanyu yang akan ingin duduk disini,’’ jawan Jayasura.
‘’Aku tidak akan melangkah jauh untuk membunuhmu karena aku tidak akan tega dengan kakakku yang aku cinta,’’ ujar Jayawerjita.
Prabu jayasura rupanya adalah Gatutkaca. Jayawerjita kembali menjadi Abimanyu. ‘’Kenapa kau melakukan ini pada Plangkawati kakang mas?’’ tanya Abimnyu.
‘’Abimanyu, aku melakukan ini bukan serakah ingin duduk di tempatmu. Tapi, hanya dengan ini kau akan segera kembali. Bila kau tidak segera muncul, maka para pepunden pandawa jadi sedih dan khawatir’’ jelas Gatutkaca.
Mereka berdua berpelukan dan disaksikan Arjuna. Keduanya dibawa ke Madukara. Dewi subadra merasa tenang. (*/den)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan