Lakon Wayang oleh Ki Damar*
‘’TIDAK Kaka Prabu, Kakang Semar menggunakan cara tersebut karena yang ingin memboyongnya tidak hanya pandawa, namun negara pancawati dan juga para kurawa. Supaya adil ia membuat sayembara,'' terang Arjuna.
’’Oh begitu rupanya, lalu apa hubungannya dengan kau datang ke Duwarawati?’’ tanya Kresna.
Arjuna yakin bahwa kakaknya adalah raja yang seorang titisan Wisnu itu mengetahui di mana letak kembang slaga rahina kuduping wengi, maka dia dengan percaya datang menemui Kresna.
‘’Kedatanganku berkaitan dengan isi sayembara Kakang Semar yang menginginkan kembang slaga rahina kuduping wengi, siapa yang dapat membawa ke dapannya, maka dialah yang akan memboyong pukulun Ismaya (nama lain Semar),’’ ucap Arjuna.
‘’Hem, berat sekali permintaannya, bahkan aku baru kali ini mendengar bunga itu,’’ ujar Kresna.
‘’Apakah Kaka Prabu tahu di mana bunga itu?’’ tanya Arjuan.
Sri Kresna tahu di mana bunga tersebut berada. Namun, dia ngin bertanya dulu perihal kenapa memboyong Semar yang merupakan pangejawantahan batara Ismaya yang juga kakaknya Batara Guru itu.
‘’Bila berkenan, sebelum menjawab aku boleh bertanya dulu Janaka?’’ ujar Kresna.
‘’Silakan Kaka Prabu,’’ ucap Arjuna.
‘’Kenapa pandawa ingin memboyong Kakang Semar? Bukankah Semar adalah rakyat kecil. Kenapa kau tidak memboyong Eyang Bisma, Eyang Abiyasa atau siapa saja yang masih kerabatmu dan keluargamu adalah orang-orang sakti dan terpandang. BIsa jelaskan Arjuna?’’ tutur Kresna.
Arjuna tidak menyangka pertanyaan seperti itu dilontarkan Kresna.
Dia juga tak tahu latar belakang pandawa berniat memboyong Semar. (*/den)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan