Tokoh wayang oleh Ki Damar*
PUNTADEWA merupakan putra dari Prabu Pandhu Dewanata dan Dewi Kunthitalibrata.
Ia merupakan anak sulung dari lima pandawa. Di antara pandawa ia adalah tokoh yang paling sabar dan tak pernah berbohong.
Kesabarannya teruji terus menerus oleh para kurawa yang merupakan kerabatnya.
Hal itu teruji dalam banyak lakon seperti di bale gala-gala. Di mana pandawa akan dibunuh dalam kebakaran api yang besar.
Namun ketika pandawa lolos dari kematian ia melarang adik-adiknya untuk membalas dendam, ketika pandawa dadu.
Ia melihat istrinya dilecehkan para kurawa, ia hanya menahan diri dan tak mengeluarkan amarahnya.
Dia hanya sabar, dalam posisi itu memang Puntadewa tak bisa berbuat apa-apa karena ia menjadi orang yang kalah taruhan.
Tidak cukup dengan itu, ia menerima hukuman bersama pandawa menjalani manusia buangan di hutan kamyaka selama 12 tahun dan bersembunyi dari kurawa selama satu tahun.
Bila ketahuan maka ia harus mengulang kembali dari nol tahun.
Kesabaran itu terus diuji bahkan sampai perang baratayudha ia tak sanggup untuk menjadi senopati dan hanya memimpin peperangan dari balik layar.
Hatinya terlalu putih untuk melihat darah yang mengalir deras di medan perang.
Karena sifatnya itu dia diberi nama sebagai ajata satru yang artinya manusia yang tidak mempunyai musuh.
Namun meskipun begitu banyak yang tidak suka dengannya karena keluguan dan kebijaksanaannya dalam mengelola pemerintahan rakyat.
Bagaimana bila kita berada di posisi Puntadewa? Apakah kalian sanggup bersabar?
Apakah kau marah bila kau sedang diancam hidupmu? Apakah kau marah bila wanita yang kau cintai dilecehkan di depan matamu?
Apakah kau tahan dengan kedzaliman? Karena itulah Puntadewa mempunyai darah putih, di mana manusia tak akan sanggup melakukan apa yang dilakukan raja amarta ini. (*/den)
*Penulis tokoh wayang alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan