Cerpen Lakon Wayang oleh Ki Damar*
Amarta yang dahulu damai dan tenteram kini kembali diliputi keresahan. Negara yang terkenal akan kedamaian, kerukunan, serta semangat gotong royong itu perlahan mulai memudar.
Entah karena kualitas sumber daya manusianya, ataupun akibat kebijakan pemerintahannya.
Dari hari ke hari, semakin banyak rakyat merasa bahwa mereka hanya dijadikan alat untuk memperkaya para pejabat.
Baca Juga: Budget 70 Juta Dapat Mobil Apa? Cek Rekomendasi Mobil Bekas Unit Tahun Muda dan Irit BBM
Tak sedikit yang berpendapat bahwa memiliki pemimpin yang baik menjadi sia sia jika para pejabatnya justru bertindak seperti begal dan perampok.
Mental merampas hak rakyat kian merajalela, hingga para Pandawa pun kebingungan mencari akar permasalahannya.
Karena merasa berada dalam situasi krisis, para Pandawa akhirnya mengundang Kyai Semar sebagai pamomong untuk memberikan nasihat.
“Bagaimana, Kakang Semar? Apa yang harus aku lakukan? Rakyat semakin susah. Aku kebingungan karena banyak pejabatku yang korup. Baik di hadapanku, tetapi buruk di belakang Pandawa,” ujar Puntadewa.
Baca Juga: Hasil Tinju Kelas Berat WBC: Deontay Wilder Menangi Duel vs Derek Chisora
Semar, yang benar benar memahami keadaan rakyat kecil, berharap agar para Pandawa dapat lebih bijak dalam mengambil serta menyeleksi pejabat.
Percuma jika pemimpin memiliki berbagai kebijakan yang berpihak kepada rakyat, namun semuanya hancur karena kesalahan dalam memilih orang orang kepercayaannya.
“Negara kita adalah negara yang besar dan kaya. Sungguh miris bila rakyat hanya bisa menggigit jari melihat kekayaan itu, namun tidak pernah benar benar merasakannya,” kata Semar. (*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani