Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Sukesi Janji 3: Hati Seorang Manusia

Ki Damar • Kamis, 9 April 2026 | 19:45 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Dewi Sukesi. (AI GENERATED/RADAR MADIUN)
Ilustrasi tokoh wayang Dewi Sukesi. (AI GENERATED/RADAR MADIUN)

Cerpen Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“Artinya, ajaran ini terdapat dalam sebuah kitab agama yang menunjukkan petunjuk dari Tuhan. Dengan mengamalkannya, kalian akan terhindar dari keburukan. Keburukan yang ada di dalam hati akan luluh dan hancur oleh perkataan ilahi yang terkandung dalam kitab kebenaran ini. Maka peganglah dan kerjakanlah selalu amal baik. Niscaya, segala keburukan dalam hatimu akan sirna,” ujar Begawan Wisrawa, seraya meruwat dan berdoa kepada Tuhan demi kebaikan mereka berdua.

Prabu Sumali yang semula berwujud yaksa atau raksasa, perlahan berubah menjadi seorang raja yang gagah dan berwibawa. Sifat raksasanya pun lenyap. Ketenangan mulai hadir di dalam hatinya. Sementara itu, wajah Dewi Sukesi tampak semakin bersinar. Tatapan matanya yang tajam dan bercahaya membuat Begawan Wisrawa tertegun oleh pancaran kecantikan sang putri Alengka.

Di sisi lain, Dewi Sukesi pun memandang Begawan Wisrawa dengan rasa kagum yang perlahan berubah menjadi cinta. Ilmu yang diajarkan telah menghadirkan ketenangan, kenyamanan, dan kedamaian dalam hatinya.

“Kalian berdua telah menjadi jauh lebih baik setelah mendengarkan ajian Sastra Jendra. Bersyukurlah kepada Tuhan. Dan sesuai permintaan, aku telah mewujudkan keinginan Sukesi. Maka, Nini Dewi, sebenarnya aku ingin melamarmu untuk anakku, Danapati, Raja Lokapala. Apakah engkau bersedia menerimanya?”

Dewi Sukesi memandang ayahnya.

“Mengapa, Nini Dewi? Apakah engkau akan mengingkari janjimu?” tanya sang ayah penuh harap agar putrinya menerima lamaran Begawan Wisrawa.

“Bukan begitu, Rama Prabu. Aku telah berjanji bahwa siapa pun yang dapat mewedarkan ajian Sastra Jendra, dialah yang berhak menikahiku.”

“Nah, engkau sudah mendengar sendiri bahwa Begawan Wisrawa telah mewedarkannya kepadamu.”

Namun, Dewi Sukesi tetap tidak ingin menerima Danapati, karena bukan dialah yang mewedarkan ajian Sastra Jendra tersebut.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Lakon wayang #cerpen #sukesi