Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Lakon Wayang Wisanggeni Takon Bapa 4, Guntur dan Kilat Tak Mempan Menyambar

Ki Damar • Selasa, 14 April 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Wisanggeni
Ilustrasi tokoh wayang Wisanggeni

Cerpen Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“Bagaimana bisa guntur dan kilatku tidak mampu menyambar remaja itu?” seru Batara Indra dengan heran.

Ia pun melarikan diri karena dikejar oleh Wisanggeni. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Batara Narada, penasihat para dewa. Narada yang curiga lalu memperhatikan remaja tampan tersebut, kemudian tertawa kecil.

“Hahaha… Batara Indra, kau tetap akan kalah melawan remaja itu. Bahkan aku dan Hyang Guru sekalipun,” kata Narada.

“Bagaimana bisa begitu, Pukulun?” tanya Batara Indra.

“Karena ada seseorang yang mendampingi dirinya. Dan yang mampu mengatasi semua ini hanyalah Hyang Jagad Pratingkah sendiri, sebab dialah sumber dari semua masalah ini.”

Keduanya pun menghadap Batara Guru untuk meminta kebijakan.

“Hong wilaheng sekaring bawana langgeng. Kakang Narada, ada apa engkau menemuiku?” tanya penguasa kahyangan.

“Aneh jika Paduka tidak mengetahui keramaian di kahyangan ini,” jawab Narada.

Baca Juga: Sengketa Lahan TK Masyithoh Madiun, PCNU Sebut Eksekusi Bisa Dilakukan Bulan Ini

“Hem, ada apa, Kakang? Apakah engkau hendak menyalahkanku atas keputusanku menceraikan Arjuna dengan Dresanala?” kata Batara Guru.

“Hamba tidak menyalahkan sesuatu yang memang sudah salah. Hamba hanya ingin Paduka bertanggung jawab. Jika tidak, kahyangan akan hancur.”

“Jangan menakut-nakuti aku, Kakang,” jawab Batara Guru.

“Lihatlah remaja tampan bernama Wisanggeni itu. Begitu besar kekuatannya saat mencari keadilan—mencari ayah dan ibunya. Kekuatan itu bukan hanya berasal dari dirinya atau dari siapa yang mendampinginya, melainkan dari kekuatan kebenaran itu sendiri, Adi Guru.”

“Jangan mengada-ada, Kakang Narada. Lihat saja, aku akan mengatasi semua ini!” ujar Batara Guru dengan angkuh.

Batara Guru pun menemui Wisanggeni.

“Oh, ini pasti dewa yang bertangan empat dan bersorban. Akan kuhajar kau!” seru Wisanggeni.

(*/naz)

*Penulis merupakan dalang wayang kulit dan alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Lakon wayang #cerah #Wisanggeni