Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Patih Prebawa Mbalela, Lakon Wayang Bagian 4: Proyek Itu yang Penting Cari Untung

Ki Damar • Sabtu, 25 April 2026 | 20:50 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Arya Prebawa
Ilustrasi tokoh wayang Arya Prebawa

Oleh: Ki Damar*

“Oh, bagus kalau begitu. Namun, aku ingin bertanya. Apakah kau mendapatkan kepercayaan Sinuwun itu murni karena pengalaman dan kehebatanmu? Bukan karena kau menganggarkan biaya murah lalu mencari keuntungan lebih dari proyek pembangunan ini, bukan? Kita semua tahu, dalam setiap proyek pasti ada yang mencari keuntungan. Soal bangunan awet atau tidak, itu dipikir belakangan. Yang penting untung, haha.”

“Maaf, Raden. Jika kontraktor lain mungkin begitu, namun Anoman tidak seperti itu. Aku tahu benar apa itu dosa dan apa itu keutamaan.”

“Bahkan dirimu yang seorang pandita berani berkata demikian? Haha, jangan menjual agama demi keuntungan dunia, Anoman. Itu tidak baik.”

“Sebaiknya Raden Patih duduk saja dan mengawasi. Bila ada sesuatu yang janggal atau tidak benar, aku siap mengundurkan diri.”

Baca Juga: Cerpen Patih Prebawa Mbalela, Lakon Wayang Bagian 1: Balada Proyek Prestisius Mandura

“Berani sekali kau bicara begitu! Kau seolah-olah memerintah orang kedua setelah raja. Aku ini patih, hai Anoman! Sombong sekali kau, asal memberi perintah saja. Rasakan ini!”

Prebawa menendang Anoman. Namun, Anoman hanya pasrah menerima tanpa membalas, karena serangan itu tidak membuatnya terluka. Tumenggung Brawejaya segera melaporkan kejadian tersebut kepada Raja Mandura.

“Apa katamu? Prebawa berani bertindak kelewatan? Hai Prebawa, jangan kau mempermalukanku, keparat!” seru Prabu Baladewa.

Baladewa pun bergegas mencari Prebawa.

“Ah, ini dia Raja Mandura. Bagaimana ini, Sinuwun? Mencari kontraktor kok kera. Apa yang bisa ia lakukan? Lebih baik dikelola sendiri, atau kalau tidak, percayakan saja pada Raja Astina. Dia raja yang kaya. Mengapa malah memilih kera?”

Tak lama kemudian, Baladewa menghajar Prebawa.

(*/naz)

*Penulis merupakan alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Lakon wayang #cerpen