Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sang Purucona, Lakon Wayang Bagian 2: Jamuan Beracun di Waranawata

Ki Damar • Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:06 WIB
Ilustrasi insiden terbakarnya bale Pandawa. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi insiden terbakarnya bale Pandawa. (RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar*

“Maafkan hamba atas kebodohan ini, Raden. Soalnya, ini adalah kejahatan pertama yang hamba lakukan.”

“Namun, kenapa kau mau melakukan ini? Apakah karena ini proyek besar? Dan uang mengubah dirimu yang lugu menjadi buruk? Hahaha, begitulah, Purucona. Uang bisa mengubah manusia secepat itu,” tawa lepas Sengkuni.

“Mohon pencerahannya, Raden.”

“Begini, Purucona. Ini bukan hanya masalah kematian Pandawa, dan bukan sekadar soal makanan. Namun, ini demi diriku agar terpilih kembali menjadi pejabat, hahaha.”

“Lho, kenapa bisa begitu, Raden?”

Baca Juga: Kasus Bocah Tewas Jatuh di RS Hermina Madiun, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian

“Pandawa itu suka makan. Maka, bila kita ingin meraih hati seseorang, berilah apa yang mereka sukai. Apalagi rakyat kita ini gemar dengan cerita dramatis, bukan? Sesuatu yang menyentuh, yang membuat orang merasa tak bisa hidup tanpa bantuan, sering kali menggugah hati, bukan?” kata Sengkuni.

“Benar, Raden.”

“Maka dari itu, secara kasat mata kita memberi mereka makanan, namun sebenarnya aku memberi mereka racun. Bukan hanya racun yang membuat mereka tak sadar, tetapi juga racun ketergantungan yang membuat mereka selalu berharap pada pemerintah. Hahaha. Dengan begitu, mereka akan menjadi malas, tidak tahu arti berjuang, lalu terus bergantung pada kita.”

“Lalu, bila begitu, apakah tidak berbahaya? Bagaimana jika suatu saat keuangan negara habis hanya untuk memberi mereka makan?”

“Tenang saja, kita tinggal berutang. Tidak perlu repot. Dengan begitu, rakyat akan merasa bahwa mereka tak bisa hidup tanpa kita. Mereka akan mendewakan pemerintah, menjadi tak berdaya, dan patuh kepada kita. Apakah kau tahu kenapa banyak kekacauan di negeri ini, Purucona?” tanya Sengkuni.

(*/naz)

*Penulis merupakan alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Lakon wayang #cerpen #Pandawa #Sengkuni