Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sang Purucona, Lakon Wayang Bagian 3: Racun Kekuasaan di Negeri Astina

Ki Damar • Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:37 WIB
Ilustrasi insiden terbakarnya bale Pandawa. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi insiden terbakarnya bale Pandawa. (RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar*

“Tidak tahu, Raden.”

“Jika kau tidak tahu, akan aku beri tahu. Mengapa negara ini penuh kekacauan? Karena rakyat kita terlalu pintar, sehingga berani mengkritisi pemerintah seenaknya. Marwah seorang pemimpin pun tidak lagi berwibawa. Namun, bila mereka bergantung pada kita, tidak ada jalan lain selain patuh. Pada dasarnya, negara ini lebih takut lapar daripada menjadi pintar, hahaha.”

Purucona sedikit merasa takut pada Sengkuni.

Ia mulai mengerti bahwa Sengkuni dan negara Astina adalah pihak yang kejam terhadap rakyatnya.

Jangankan kepada rakyat, bahkan kepada keluarga sendiri pun mereka berani membohongi.

“Artinya, bila Pandawa dan rakyat suka makan dan menjadi bergantung pada pemerintahan ini, maka ini adalah langkah awal menuju pemilihan ke depan, begitu, Raden Patih?”

Baca Juga: Status Venue Persija vs Persib Masih Menggantung: El Clasico BRI Super League Batal Main di SUGBK?

Sengkuni tersenyum lebar. 

“Bukankah sudah jelas? Mengapa kau masih bertanya? Orang cerdas akan memanfaatkan keadaan sebagai tangga menuju kesuksesan. Hahaha. Maka dari itu, ini sudah mulai malam, dan Pandawa telah berkumpul di tempat pesta. Kita, para Kurawa, juga akan segera bergabung. Aku ingin Pandawa segera mati agar takhta kerajaan bisa kita nikmati.”

“Mengapa begitu, Raden Patih?”

“Kamu ini benar-benar rakyat jelata yang tidak tahu apa-apa. Takhta Astina sesungguhnya akan diberikan kepada Pandawa. Tongkat estafet Prabu Pandu akan segera berpindah kepada mereka, karena Destarata yang berkuasa saat ini hanyalah wakil.”

“Oh, begitu. Jadi, siasat ini untuk menjatuhkan mereka agar Raden Kurupati berkuasa.”

Sengkuni kembali tersenyum.

(*/naz)

*Penulis merupakan alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Lakon wayang #cerpen #Pandawa #Sengkuni