Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sang Purucona, Lakon Wayang Bagian 5 Habis: Malam Terakhir di Bale Sigala-gala

Ki Damar • Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:41 WIB
Ilustrasi insiden terbakarnya bale Pandawa. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi insiden terbakarnya bale Pandawa. (RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar*

Balai pesanggrahan Kurawa dan Pandawa terbakar habis. Sorak sorai para Kurawa menggema, gembira mengira Pandawa telah mati terbakar.

“Paman Sengkuni, akhirnya Pandawa mati semua! Terima kasih, Paman. Besok adalah hari di mana aku akan menjadi Raja Astina, hahaha!” Kurupati sangat senang, ia memeluk pamannya.

“Ini semua berkat Purucona, keponakanku.”

“Hai Purucona, setelah ini kau akan kuangkat sebagai pemimpin di bidang pangan rakyat, mengurusi makanan dan pembangunan karakter anak-anak di Astina.”

Purucona sangat senang. Namun, Sengkuni menariknya ke sudut yang agak sepi.

“Ada apa, Raden Patih?”

“Aku sudah bilang, jangan meninggalkan bukti sekecil apa pun.”

“Rasanya tidak ada bukti apa pun di balai ini, Raden.”

Baca Juga: Terungkap! Rahasia Kematian Sengkuni yang Tak Bisa Dihabisi dengan Senjata, Ini Rahasia Werkudara

“Masih ada satu bukti yang membahayakan Kurawa, namun kau tidak menyadarinya,” kata Sengkuni.

“Bukti apa itu, Raden? Akan segera aku bersihkan.”

Sengkuni memberi isyarat kepada para Kurawa. Seketika, mereka meringkus Purucona.

“Hai, ada apa ini?” Purucona panik.

“Yang kumaksud satu bukti yang tertinggal itu adalah dirimu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Karena itu, aku harus melenyapkan semua bukti tanpa terkecuali.”

“Dasar pemerintahan kejam! Aku hanya menjadi alat bagi kalian untuk meraih jabatan. Setelah kalian sejahtera dan berjaya, kalian meninggalkanku. Kalian pejabat zalim!”

“Hai Purucona, apakah kau tidak belajar dari semua ini? Bahkan keluarga kami sendiri pun kami singkirkan, apalagi dirimu. Sudah cukup. Kurawa, masukkan dia ke dalam api balai yang masih berkobar.”

Purucona pun tewas terbakar bersama hasil karyanya sendiri.

(*/naz)

*Penulis merupakan alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Lakon wayang #cerpen #Pandawa #Sengkuni