Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cermin Keberanian Beda Pendapat, Sosok Durmagati Buktikan Tak Semua Kurawa Berwatak Sama

Ki Damar • Senin, 8 Juni 2026 | 16:55 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Durmagati.
Ilustrasi tokoh wayang Durmagati.

Jawa Pos Radar Madiun - Dalam jagat pewayangan Nusantara, rupanya tidak seluruh anggota keluarga Kurawa digambarkan memiliki watak jahat yang sepenuhnya membabi buta.

Ada satu sosok tokoh bernama Durmagati yang dikenal tampil sangat beda karena memiliki tingkat kecerdasan jauh di atas rata-rata saudara-saudaranya.

Berbeda dengan Kurawa pada umumnya, Durmagati dikenal sebagai sosok yang tidak pernah sudi hanya membebek pada arus kebijakan istana Hastinapura.

Ia lebih sering menggunakan akal sehatnya untuk berpikir kritis dan tajam terhadap setiap keputusan politik yang diambil oleh para petinggi kerajaan.

Salah satu ciri khas utama dari karakter Durmagati adalah keberaniannya yang luar biasa untuk menentang dan membantah Patih Sengkuni secara langsung.

Ia tidak pernah merasa segan untuk mengungkapkan ketidaksetujuannya di muka umum jika merasa rencana licik sang patih sudah terlalu berlebihan.

Durmagati selalu memikirkan dampak jangka panjang dan menyadari bahwa rencana ekstrem Sengkuni berpotensi besar memicu malapetaka di kemudian hari.

Sikap kritis yang sangat konsisten tersebut praktis membuatnya sering dianggap sebagai sosok yang nyeleneh di lingkungan internal keluarga Kurawa.

Meski kerap menentang manuver Sengkuni, Durmagati sebenarnya bukanlah tokoh faksi pembelot yang secara terang-terangan membela kubu Pandawa.

Baca Juga: Mengupas Karakter Duryudana, Tokoh Wayang Diktator di Hastinapura dalam Kisah Epik Mahabharata

Ia hanya merasa tidak sepenuhnya sepakat dengan penggunaan cara-cara keji dan kotor yang terus dinormalisasi untuk sekadar menjatuhkan saudara sepupunya tersebut.

Tokoh cerdas ini senantiasa lebih memilih pendekatan penyelesaian konflik yang menurutnya jauh lebih seimbang dan tidak terlalu ekstrem.

Dalam beberapa situasi genting di istana, Durmagati bahkan kerap maju menjadi penyeimbang saat Sengkuni mulai menyodorkan rencana-rencana yang berbahaya.

Ia sering memberikan sudut pandang alternatif sekaligus memperingatkan bahwa tindakan gegabah hanya akan membawa dampak buruk bagi kelangsungan Hastinapura.

Sayangnya, suara rasional Durmagati lebih sering tenggelam dan kalah telak oleh kuatnya pengaruh serta hasutan Sengkuni di hadapan sang raja.

Meskipun terus berada di pihak Kurawa hingga akhir hayatnya, keberadaan Durmagati membuktikan bahwa tidak semua anggota kelompok antagonis ini memiliki pemikiran seragam.

Ia merepresentasikan fakta bahwa di tengah kumpulan lingkungan berwatak buruk, masih ada sosok yang teguh mengedepankan akal sehat sebelum bertindak.

Secara filosofis, tokoh Durmagati menjelma menjadi simbol nyata bahwa kecerdasan dan keberanian untuk berbeda pendapat adalah sebuah prinsip yang sangat penting.

Sikap teguh tersebut harus tetap berani disuarakan meskipun sering kali sulit diterima dalam sebuah lingkungan yang telah dikuasai oleh intrik dan ambisi kekuasaan. (*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#wayang jawa #Tokoh wayang #Durmagati #wayang #Sengkuni