Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kumbayana dan Sumpah di Tepi Laut Bagian 2: Kuda Putih Misterius

Ki Damar • Selasa, 9 Juni 2026 | 14:01 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Kumbayana. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi tokoh wayang Kumbayana. (RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar*

Persediaan bekalnya semakin menipis. Pada malam keempat, Kumbayana duduk seorang diri di tepi pantai. Langit penuh bintang, namun hatinya gelap.

"Aku sudah menempuh perjalanan sejauh ini..." Ia mengepalkan tangan. "Tidak mungkin aku menyerah sekarang."

Ia menatap langit. "Wahai para dewa, jika masih ada belas kasih untukku, kirimkanlah penolong."

Angin laut berembus pelan. Kumbayana berdiri. Dengan suara lantang ia bersumpah, "Dengarlah sumpahku!"

Ombak seolah berhenti sesaat.

"Barang siapa menolongku menyeberangi lautan ini, apabila ia laki-laki akan kujadikan saudara sehidup semati." Ia menarik napas dalam-dalam. "Dan apabila ia perempuan, akan kujadikan istri yang kuhormati sepanjang hidupku."

Setelah mengucapkan sumpah itu, Kumbayana menundukkan kepala. Ia tidak menyadari bahwa langit telah mencatat kata-katanya. Tiba-tiba, terdengar suara langkah.

Tok... Tok... Tok...

Baca Juga: Cerpen Wayang Prabu Baka dan Darah Ekacakra Bagian 1: Ketika Pemimpin adalah Sumber Ketakutan Rakyatnya

Kumbayana menoleh. Dari balik kabut laut, muncul seekor kuda betina putih. Bulunya berkilau diterpa cahaya bulan. Matanya bening seperti permata. Kuda itu berjalan perlahan mendekatinya. Kumbayana terheran-heran.

"Dari mana datangnya kuda ini?"

Kuda itu berhenti tepat di hadapannya, kemudian menundukkan kepala seolah mengerti semua yang telah terjadi. Kumbayana mendekat.

"Apa engkau hendak membantuku?"

Kuda itu meringkik pelan, "Hihihii..."

Aneh. Entah mengapa, Kumbayana merasa sedang berbicara dengan manusia.

"Baiklah," Kumbayana mengelus leher kuda itu. "Jika memang engkau datang sebagai jawaban atas doaku, aku akan mempercayaimu."

Begitu ia menaiki punggung kuda tersebut, keajaiban pun terjadi. (*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kumbayana #cerpen #wayang