Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Wayang Mbok Bodro 2, Pertemuan Terakhir sebelum Pernikahan Subadra

Ki Damar • Rabu, 17 Juni 2026 | 18:24 WIB
Ilustrasi Tokoh Wayang Subadra
Ilustrasi Tokoh Wayang Subadra

Cerita Wayang oleh Ki Damar*

Prabu Salya sudah mendengar kabar yang beredar di berbagai negeri Arya. Kabar tentang sayembara Dewi Subadra. Kabar tentang seorang kesatria yang berhasil memenuhi seluruh harapan sang putri. Dan kabar tentang pernikahan yang sebentar lagi akan dilangsungkan.

"Bodro..." bisik Burisrawa.

Prabu Salya memahami siapa yang dimaksud oleh putranya. Dewi Subadra, perempuan yang sejak lama diam-diam dicintainya.

"Mbok Bodro..." ulang Burisrawa lirih. Nama panggilan itu terdengar begitu lembut keluar dari bibirnya.

"Aku memanggilnya seperti itu sejak dulu."

"Aku tahu," jawab Prabu Salya.

Burisrawa tersenyum pahit.

"Dan kini ia akan menjadi milik orang lain."

Di Negeri Dwarawati, suasana jauh berbeda.

Baca Juga: Cerpen Wayang Mbok Bodro 1, Burisrawa Tersungkur akibat Cinta

Istana dihiasi bunga-bunga indah dan kain-kain terbaik. Para putri sibuk mempersiapkan pesta, sementara para tamu mulai berdatangan dari berbagai negeri. 

Tidak lama lagi, Dewi Subadra akan menikah dengan seorang kesatria yang sangat dikagumi banyak orang.

Permadi. Putra ketiga Pandawa. Arjuna yang tampan. Arjuna yang sakti.

Arjuna yang berhasil mewujudkan seluruh harapan dan syarat yang diinginkan Subadra.

Seluruh negeri bergembira. Namun, tidak semua hati turut bersuka cita.

Di salah satu taman istana, Dewi Subadra berdiri memandang kolam teratai yang tenang. Angin malam berembus perlahan, menggerakkan helai rambutnya yang terurai di bahu.

Tiba-tiba ia mendengar langkah kaki mendekat.

Ketika menoleh, jantungnya langsung berdebar.

"Burisrawa..."

Kesatria Mandaraka itu berdiri di hadapannya. Wajahnya tampak tenang. Namun kedua matanya menyimpan kesedihan yang begitu dalam.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Subadra #cerpen #wayang