Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Wayang Mbok Bodro 3, Pengakuan Cinta Burisrawa yang Terlambat

Ki Damar • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:47 WIB
Ilustrasi Tokoh Wayang Subadra
Ilustrasi Tokoh Wayang Subadra

Cerita Wayang oleh Ki Damar*

"Aku datang untuk terakhir kalinya," katanya pelan.

Subadra menundukkan kepala. Ia sudah mengerti tujuan kedatangan kesatria itu.

Malam terasa begitu sunyi. Bahkan suara jangkrik seolah enggan mengganggu pertemuan mereka.

"Bodro..."

Panggilan itu membuat hati Subadra bergetar. Sudah lama tidak ada yang memanggilnya dengan nama yang penuh kasih seperti itu.

Burisrawa tersenyum tipis.

"Mungkin ini terakhir kalinya aku boleh memanggilmu demikian."

Subadra tidak sanggup menjawab.

"Bodro..." lanjut Burisrawa.

"Aku datang bukan untuk menghalangi pernikahanmu."

Subadra perlahan mengangkat wajahnya.

"Aku juga tidak datang untuk meminta belas kasih."

"Lalu mengapa Kakang datang?"

Burisrawa memandang langit. Seolah mencari keberanian di antara gemerlap bintang yang menghiasi malam.

"Aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang selama ini kusimpan."

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Subadra.

Burisrawa menarik napas panjang. "Aku mencintaimu."

Hening.

Baca Juga: Cerpen Wayang Mbok Bodro 2, Pertemuan Terakhir sebelum Pernikahan Subadra

Kalimat itu sederhana, tetapi terasa lebih berat daripada ribuan anak panah yang melesat di medan perang.

"Aku mencintaimu sejak lama."

Subadra menggigit bibirnya.

Burisrawa kembali melanjutkan.

"Dan mungkin akan terus mencintaimu sampai akhir hidupku."

Air mata mulai jatuh membasahi pipi sang putri.

"Bodro..."

Suara Burisrawa semakin lirih.

"Aku tahu engkau telah memilih. Aku tahu yang akan berdiri di pelaminan nanti adalah Permadi. Aku tahu aku telah kalah."

Subadra menutup wajahnya. Dadanya terasa sesak mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Burisrawa.

"Kakang..." ucap Subadra lirih.

Namun Burisrawa mengangkat tangan, mencegahnya berbicara.

"Tidak perlu menjelaskan apa pun."

"Aku tidak marah."

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Subadra #cerpen #wayang