Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Wayang Narayana Begal Pembela Rakyat 1: Menghukum Koruptor di Kerajaan Mandura

Ki Damar • Rabu, 1 Juli 2026 | 17:33 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Narayana atau Kresna, salah satu tokoh ksatria Pandawa.
Ilustrasi tokoh wayang Narayana atau Kresna, salah satu tokoh ksatria Pandawa.

Cerpen Wayang oleh Ki Damar*

Setelah Prabu Baladewa menduduki takhta Kerajaan Mandura, ia bertekad membangun pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.

Namun, cita-cita itu tidak mudah diwujudkan. Di balik berbagai laporan yang tampak baik, ternyata banyak pejabat melakukan korupsi dalam skala besar.

Harta yang seharusnya digunakan untuk menyejahterakan rakyat justru mengalir ke kantong pribadi para pembesar kerajaan.

Suatu hari, Baladewa menggebrak meja singgasananya. Wajahnya memerah menahan murka setelah mendengar laporan tentang rakyat yang hidup dalam kesusahan.

"Siapa yang mencuri hak rakyatku?" tanyanya lantang.

Para pejabat saling berpandangan dengan wajah pucat.

"Tidak ada, Paduka," jawab salah seorang pejabat sambil menundukkan kepala.

Baladewa memandang mereka satu per satu dengan sorot mata tajam.

"Kalau tidak ada yang mencuri, mengapa rakyat masih kelaparan, sementara kalian hidup dalam kemewahan?"

Tak seorang pun berani menjawab.

Di tengah keadaan itulah muncul seorang pemuda bernama Narayana. Ia bukan bangsawan, bukan pula pejabat kerajaan. Namun, ia memiliki hati yang peka terhadap penderitaan rakyat.

Diam-diam, Narayana mulai menyelidiki para pejabat yang kekayaannya meningkat secara tidak wajar. 

Ia mencatat nama mereka, menghitung luas tanah yang dimiliki, serta menelusuri asal-usul seluruh kekayaan mereka.

"Ini bukan hasil kerja," gumam Narayana pada suatu malam sambil menatap daftar yang telah disusunnya. "Ini hasil merampas hak rakyat."

Sejak saat itu, Narayana menjelma menjadi seorang begal misterius. Namun, tidak seperti perampok pada umumnya, ia hanya membegal para pejabat korup yang terbukti menumpuk harta dari penderitaan rakyat.

Suatu malam, seorang pejabat melintasi hutan dengan membawa peti-peti berisi emas. Tiba-tiba, seorang pria bertopeng muncul dan menghadang langkahnya.

"Turunkan peti itu," perintah Narayana dengan suara tegas.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#narayana #cerpen #Kresna #korupsi #wayang