Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Banuwati dan Dosa Terakhir 3: Mempertanyakan Arti Kesetiaannya

Ki Damar • Jumat, 3 Juli 2026 | 18:11 WIB
Ilustrasi Banuwati bersama seorang pria. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi Banuwati bersama seorang pria. (RADAR MADIUN)

Cerpen Lakon Wayang oleh Ki Damar*

"Kesetiaan kepada orang yang telah mati?" ejek Kartamarma.

"Kesetiaan tidak mati bersama jasad," jawab Banuwati. "Kesetiaan hidup di dalam hati."

Kartamarma tertawa pendek.

"Hati tidak bisa menghangatkan kesepianmu."

Banuwati menggenggam ujung kainnya erat-erat.

"Kau tidak mengerti apa itu cinta."

Kartamarma terdiam. Untuk sesaat, wajahnya berubah muram.

"Aku justru terlalu mengerti," katanya pelan.

"Aku melihatmu setiap hari selama bertahun-tahun. Aku melihat bagaimana kau berjalan di samping Duryudana. Aku melihat bagaimana kau tersenyum kepadanya, sementara aku hanya bisa diam."

Baca Juga: Masa Depan Fernando Alonso di F1: Upgrade Baru Aston Martin Jadi Kunci Keputusan

Banuwati menggeleng pelan.

"Itu bukan cinta."

"Lalu apa?"

Kartamarma kembali melangkah mendekat.

"Itu adalah keinginan untuk memiliki sesuatu yang bukan menjadi hakmu."

Ucapan itu menusuk hati Kartamarma. Emosinya mulai meledak.

"Aku telah kehilangan segalanya!" teriaknya. "Kakakku mati! Kerajaanku hancur! Kehormatanku diinjak-injak!"

Banuwati tetap berdiri tegak, tanpa sedikit pun menunjukkan rasa gentar.

"Dan karena itu kau ingin kehilangan kehormatanmu yang terakhir?"

Kartamarma membeku. Banuwati kembali berbicara.

"Duryudana mungkin memiliki banyak kesalahan. Namun, ia tidak pernah mengkhianati keluarganya. Jangan nodai namanya."

Kartamarma mengepalkan tangan. "Aku tidak peduli!"

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#banuwati #kartamarma #Bharatayuda #wayang #Duryudana