Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Banuwati dan Dosa Terakhir 5 Habis: Kemenangan Sejati adalah Menaklukkan Diri Sendiri

Mizan Ahsani • Jumat, 3 Juli 2026 | 20:01 WIB
Ilustrasi Banuwati bersama seorang pria. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi Banuwati bersama seorang pria. (RADAR MADIUN)

Cerpen Lakon Wayang oleh Ki Damar*

"Aku lebih memilih mati daripada kehilangan kehormatanku."

Kartamarma meraung kesakitan. Dengan sisa tenaganya, ia mencabut keris yang menancap di dadanya. Amarah dan rasa sakit membuatnya kehilangan akal sehat sepenuhnya.

Dalam satu gerakan terakhir, keris itu kembali melesat dan membuat Banuwati tersungkur.

Keduanya roboh di lantai istana. Darah mengalir perlahan.

Banuwati tersenyum tipis. Di matanya tidak ada penyesalan.

"Aku datang, Kakang Duryudana..." bisiknya lirih.

Kartamarma memandang langit-langit ruangan. Untuk pertama kalinya, ia menangis.

Bukan karena luka di dadanya, melainkan karena akhirnya ia menyadari bahwa dirinya telah menghancurkan kehormatan yang selama ini dijaga oleh keluarganya.

Baca Juga: Hampir 8.000 WNI Lepas Kewarganegaraan dalam Lima Tahun, Ini Faktor yang Paling Dominan

"Aku kalah..." gumamnya.

"Bukan kepada Pandawa. Bukan kepada perang. Tetapi kepada diriku sendiri."

Tak lama kemudian, keduanya mengembuskan napas terakhir.

Malam itu, Hastina menjadi saksi dua kematian yang tragis.

Banuwati gugur demi mempertahankan kehormatannya, sedangkan Kartamarma mati karena gagal mengalahkan hawa nafsu dan dendam dalam dirinya sendiri.

Darah dari tubuh keduanya mengalir di lantai yang sama hingga bertemu dalam satu genangan.

Namun, darah itu tak pernah benar-benar menyatu, seolah alam pun menolak mempersatukan cinta yang lahir dari jalan yang salah.

Dari Banuwati, kehormatan menjelma menjadi lambang keteguhan seorang wanita. Ia meninggalkan dunia sebagai bukti bahwa martabat, kesetiaan, dan harga diri akan selalu lebih tinggi daripada hasrat yang menyesatkan.

Kisah ini mengajarkan bahwa dendam yang dipelihara terlalu lama hanya akan membawa kehancuran, sedangkan hawa nafsu yang tidak dikendalikan akan menjerumuskan manusia ke dalam dosa yang paling akhir.

Dalam kehidupan, kemenangan sejati bukanlah menaklukkan orang lain, melainkan mampu menaklukkan diri sendiri sebelum hati dikuasai oleh amarah dan keinginan yang keliru.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen wayang #banuwati #kurawa