Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Baladewa dan Sandiwara Sri Kresna Bagian 1: Sabda Hyang Wenang yang Mengubah Arah Bharatayudha

Ki Damar • Selasa, 7 Juli 2026 | 13:29 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Baladewa
Ilustrasi tokoh wayang Baladewa

Cerpen Wayang oleh Ki Damar*

Sesudah gugurnya Antareja, Sri Kresna kembali memasuki tapa semadi.

Dalam keheningan batinnya, beliau menerima sabda Hyang Wenang bahwa masih ada seorang kesatria yang tidak boleh mengikuti Perang Bharatayudha, yakni Prabu Baladewa. 

Bukan karena Baladewa tidak berpihak kepada kebenaran, melainkan karena kekuatannya terlalu besar.

Selain itu, Baladewa memiliki watak yang lurus, tetapi sukar ditebak. Sebagai kakak Pandawa dan Kurawa dalam hubungan kekeluargaan, ia dapat memihak siapa saja sesuai dengan keyakinannya.

Bila Baladewa berada di pihak Pandawa, Kurawa akan hancur seketika. Sebaliknya, bila ia membela Kurawa, Pandawa akan mengalami kesulitan besar.

Keseimbangan Bharatayudha pun akan lenyap.

Sri Kresna menghela napas panjang.

"Kakangmas Baladewa... demi tegaknya dharma, adimas harus menjaga keseimbangan ini."

Baca Juga: Berani! Pratama Arhan Teken Kontrak 3 Musim Dengan Persija, Ada Faktor STY?

Sementara itu, di Astina, Duryudana mengetahui bahwa Baladewa sangat menyayangi murid-muridnya, termasuk dirinya. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk mengadu domba.

Di hadapan Baladewa, ia berkata, "Kakang Prabu, Werkudara kini menyombongkan dirinya. Ia berkata bahwa kesaktian Paduka sudah tidak sebanding lagi dengan dirinya. Bahkan, pusaka Nenggala pun, katanya, sudah tidak lagi ditakuti."

Wajah Baladewa berubah merah.

"Benarkah Werkudara berkata demikian?"

Duryudana mengangguk meyakinkan.

"Hamba mendengarnya sendiri."

Darah kesatria Baladewa pun mendidih.

"Kalau begitu, hari ini juga akan kubuktikan siapa yang lebih pantas disebut kesatria."

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #baladewa #Kresna #wayang