Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Baladewa dan Sandiwara Sri Kresna Bagian 4: Tak Ada Tempat untuk Baladewa di Medan Perang Bharatayudha

Ki Damar • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:24 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Baladewa
Ilustrasi tokoh wayang Baladewa

Cerpen Wayang oleh Ki Damar*

"Bila demikian, janganlah Kakangmas menganggap remeh sabda gaib itu. Adakalanya Hyang Wenang menegur manusia melalui pertanda yang tidak mampu dipahami oleh akal."

Baladewa menarik napas panjang.

"Lalu apa yang harus kulakukan, Adimas?"

Sri Kresna menjawab dengan tenang.

"Kakangmas hendaknya bertapa di Grojogan Sewu. Jangan tinggalkan tempat itu sebelum bunga teratai yang masih kuncup mekar dengan sendirinya. Dengan laku prihatin itulah murka bumi akan reda."

Baladewa menundukkan kepala. Sedikit pun ia tidak menaruh curiga kepada adiknya.

"Baiklah, Adimas. Bila itu jalan yang harus kutempuh agar terbebas dari kutukan, akan kulaksanakan."

Sri Kresna membungkukkan badan dengan hormat.

Baca Juga: Tahukah Kamu, Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan

"Semoga Hyang Wenang selalu melindungi Kakangmas."

Baladewa pun berangkat menuju Grojogan Sewu sambil membawa pusaka Nenggala. Langkahnya mantap, tetapi hatinya dipenuhi kegelisahan karena memikirkan kutukan yang baru saja diterimanya.

Dari kejauhan, Sri Kresna hanya memandang kepergian kakaknya dalam diam.

Tak sepatah kata pun beliau mengungkapkan bahwa semua itu adalah sandiwara demi menjaga keseimbangan Bharatayudha. 

Rahasia itu beliau simpan rapat di dalam hati, sebab terkadang seorang pamong harus rela memikul beban seorang diri agar dharma tetap tegak dan dunia tidak kehilangan keseimbangannya.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #baladewa #Kresna #wayang