Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jejak Pandawa di Ujung Masa Hukuman 4: Petuah dari Bisma

Ki Damar • Jumat, 10 Juli 2026 | 19:56 WIB
Ilustrasi para tokoh wayang Pandawa pergi setelah diasingkan. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi para tokoh wayang Pandawa pergi setelah diasingkan. (RADAR MADIUN)

Cerpen Wayang oleh Ki Damar*

Duryudana mengangkat tangan, lalu menunjuk wajah Bisma dengan sorot mata penuh amarah.

"Bagi Eyang, apa pun yang kulakukan selalu salah!"

Bisma menjawab tanpa sedikit pun kehilangan ketenangannya.

"Yang salah bukan dirimu sejak lahir, melainkan kesombonganmu yang membuatmu menolak setiap nasihat."

Rahang Duryudana mengeras. Kedua tangannya mengepal.

"Kalau begitu katakan! Di mana Pandawa sekarang?"

Bisma menarik napas panjang sebelum menjawab.

"Bila engkau menemukan sebuah negeri yang rakyatnya hidup tenteram, pemimpinnya dicintai, hukumnya ditegakkan dengan adil, budayanya tetap luhur, sawahnya subur, dan alamnya terpelihara, pergilah ke sana. Sebab, di sanalah Pandawa sedang mengabdi."

Baca Juga: Hasil Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF Putri 2026: Garuda Pertiwi Menang 2-0

Duryudana mencibir.

"Itu bukan jawaban!"

Bisma menatapnya lekat.

"Itulah jawaban seorang pemimpin."

Ucapan itu menjadi pemantik yang menyulut amarah Duryudana hingga mencapai puncaknya.

"Cukup!"

Bentakannya menggema ke seluruh Balairung Astina.

"Eyang Bisma! Mulai hari ini jangan lagi mengajariku tentang Pandawa! Aku muak mendengar nama mereka!"

Bisma tetap berdiri tegak. Tatapannya tidak berubah.

"Duryudana..."

"Diam!" hardik Duryudana.

"Aku hanya ingin menyelamatkanmu," lirih sang pandita.

"Aku tidak membutuhkan keselamatan dari orang yang selalu memihak musuhku!"

Dengan tangan yang gemetar menahan murka, Duryudana mengangkat lengannya dan menunjuk pintu balairung.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#cerpen #Pandawa #wayang