Cerpen Wayang Rahasia Randu Alas Bagian 3: Arjuna Membuka Penyamarannya

Ki Damar • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 19:02 WIB
Ilustrasi lakon wayang tentang persembunyian Pandawa dari Kurawa. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi lakon wayang tentang persembunyian Pandawa dari Kurawa. (RADAR MADIUN)

Cerpen Lakon Wayang oleh Ki Damar*

"Arjuna..."

Beberapa saat kemudian, ia berseru penuh haru.

"Arjuna... cucuku!"

Wrehatnala menundukkan kepala, lalu tersenyum.

"Benar, Gusti."

Raden Utara segera menghampirinya.

"Jadi, selama ini engkau yang menyamar sebagai Wrehatnala?"

Arjuna mengangguk.

"Benar."

Baca Juga: Perluas Jejaring Bisnis, Jawa Pos Radar Madiun dan Bank Mandiri Bahas Peluang Kolaborasi

Utara memegang kedua bahu cucunya.

"Astaga... Kakek sama sekali tidak mengenalimu. Engkau benar-benar berhasil menyembunyikan jati dirimu."

Arjuna tersenyum hormat.

"Maafkan cucumu ini, Gusti. Semua ini harus kulakukan demi menepati janji masa penyamaran."

Utara mengusap air matanya.

"Tak kusangka, cucuku yang termasyhur itu selama ini berada di dalam istanaku."

Arjuna segera mengangkat tangan memberi isyarat.

"Eyang, mohon rahasiakan dahulu jati diri cucumu ini."

"Mengapa?" tanya Raden Utara penasaran.

"Karena masa penyamaran belum boleh terbuka sebelum waktunya. Bila berita ini terdengar oleh Kurawa sekarang juga, semua pengorbanan Pandawa selama tiga belas tahun akan sia-sia."

Utara mengangguk mantap.

"Tenanglah, Cucuku. Mulut kakekmu ini akan terkunci rapat."

Arjuna kemudian mengenakan seluruh pusaka kebesarannya. Gandewa disandang di punggung. Panah Pasupati, Ardadhedali, dan Sarotama disusun rapi ke dalam tabung panah, sedangkan Keris Pulanggeni diselipkan di pinggangnya.

Seketika, wibawa kesatria terbesar di Bharata kembali memancar.

Raden Utara tersenyum bangga.

"Kalau begitu, Kakek tidak lagi gentar menghadapi Astina."

Arjuna menoleh sambil tersenyum.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
wrehatnala cerpen arjuna wayang