Cerpen Wayang oleh Ki Damar*
Dialah Kala Srenggi. Sejak kedua orang tuanya tewas, dendamnya kepada Arjuna tidak pernah padam.
"Hai, Arjuna! Keluar kau! Hari ini darahmu akan membayar seluruh penderitaanku!"
Kala Srenggi tiba-tiba melihat Irawan berdiri tidak jauh di hadapannya.
Raksasa itu tertawa keras.
"Ha... ha... akhirnya kutemukan! Arjuna!"
Irawan terkejut.
"Aku bukan..."
Baca Juga: Klasemen Moto3 2026 Terbaru usai Seri Inggris: Veda Ega Pratama Dekati 100 Poin
Namun, ketika mendengar nama ayahnya disebut berulang kali, ia langsung memahami maksud raksasa itu. Di dalam hati Irawan terjadi pergulatan yang begitu berat.
"Bila aku mengatakan siapa diriku sebenarnya... Rama akan diburu. Beliau bahkan belum tiba di Kurusetra."
Perlahan, ia mengangkat kepalanya.
"Benar. Akulah Arjuna."
Kala Srenggi mengepalkan kedua tangannya penuh amarah.
"Akhirnya kau mengaku juga!"
Irawan menggenggam busurnya erat.
"Dengarkan aku, Kala Srenggi. Jika benar dendammu hanya kepada Arjuna... maka hadapilah aku."
Di dalam hatinya, ia berbisik lirih.
"Rama... Selama hidup, aku belum pernah menjadi anak yang berbakti. Bila hari ini aku mati demi menyelamatkanmu... semoga itulah bakti pertamaku sebagai putramu."
Kala Srenggi mengangkat gadanya tinggi-tinggi.
"Bagus! Matilah bersama nama Arjuna!"
Irawan tersenyum tenang.
"Kesatria tidak memilih panjangnya umur. Ia memilih untuk siapa nyawanya dipersembahkan."
Seketika, keduanya saling menerjang.
Pertempuran berlangsung dahsyat. Anak panah Irawan melesat bagai hujan, sedangkan gada Kala Srenggi menghancurkan pepohonan hingga tanah bergetar.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani