Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Luka Asmara Burisrawa (1) - Pedih Melihatmu Bersanding yang Lain

Mizan Ahsani • Sabtu, 9 Maret 2024 | 01:10 WIB
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (MUH HAKIM/RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen Lakon Wayang (MUH HAKIM/RADAR MADIUN)

Oleh: Ki Damar

PADA suatu siang, terdengar alunan gending kodok ngorek, gending yang mengiringi sebuah pernikahan seorang satria dari Madukara dan seorang putri Mandura.

Sang putri bernama Rara Ireng.

Pernikahan megah yang dihadiri raja seratus negara, dan disaksikan para dewa.

Mahar pernikahan ini dari kahyangan. Jarang sekali ditemui.

Hari itu, kerajaan Amarta begitu ramai dan penuh kebahagiaan. Tapi perlu kita ketahui dalam sebuah kebahagiaan pasti ada kesedihan.

Kesedihan yang tergambar dari pernikahan ini adalah Sang Permadi atau Arjuna yang tak didampingi oleh ayahnya, Pandu, karena sudah tiada.

Di pihak Rara Ireng, sang Prabu Basudewa juga tak dapat mendampingi.

Apakah hanya itu saja? Tentunya tidak.

Ada yang merasakan patah hati karena sang pujaan hati menikah dengan orang lain.

Kesedihan ini dirasakan satria dari Madyapura bernama Raden Burisrawa.

Dia orang yang sangat mencintai Rara Ireng. Bahkan mungkin kecintaannya melebihi Arjuna.

Tapi mau bagaimana lagi, takdir tidak berjalan sesuai kehendaknya.

Kala itu, sang Burisrawa dan kakak iparnya, Raja Mandura Prabu Baladewa sedih karena gagal mencari mahar yang diminta oleh Rara Ireng. (naz/bersambung)

Editor : Mizan Ahsani
#burisrawa #rara ireng #mandura #wayang