Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Anggaraparna (1) - Terimalah, Pandawa

Ki Damar • 2024-08-27 02:30:00

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang Anggaraparna (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Anggaraparna (AI GENERATED/CHAT GPT)

DI Kerajaan Astina, setelah Kurupati menjadi raja dengan gelar Prabu Duryudana, Destarata menyesal karena mendengar kabar bahwa Pandawa telah meninggal.

Padahal, sebenarnya Pandawa masih hidup dan selamat. Rencana awalnya, Astina akan diserahkan kepada Pandawa.

Sebagai pengganti kekuasaan di Astina, Destarata meminta maaf kepada Pandawa.

Berkat kebijaksanaan Bisma dan Destarata, Pandawa akhirnya diberi hutan Mrentani atau Wanamarta sebagai gantinya.

Bisma menyarankan Pandawa untuk mengubah hutan tersebut menjadi tempat tinggal atau bahkan menjadi negara di masa depan.

Bima, yang mewakili saudara-saudaranya, merasa tidak nyaman dengan pemberian tersebut.

Baginya, keluarga adalah hal yang paling penting.

"Sudahlah, cucuku. Terimalah saja. Jika tidak, eyang dan uwakmu akan merasa bersalah seumur hidup," kata Bisma.

Bima memahami ketulusan eyangnya dan uwaknya, sehingga ia tidak tega menolak.

Ia pun menerima pemberian itu, meskipun ia meminta agar mereka tidak berharap terlalu banyak, karena bagi Bima, keluarga dan ibunya adalah kerajaan terbesar baginya. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#astina #cerpen #Pandawa #kurupati #Lakon #wayang