Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar
SENGKUNI adalah tokoh antagonis utama dalam kisah Mahabharata versi wayang, yang menjadi biang keladi pecahnya Perang Baratayudha.
Ia dikenal sebagai sosok licik, manipulatif, dan haus kekuasaan.
Hasutannya membuat para Kurawa membenci Pandawa, memicu konflik panjang yang berujung pada perang besar di Kurusetra.
Selama 18 hari perang berlangsung, Sengkuni selalu berusaha menghindari pertarungan langsung, terutama dari Bima dan Arjuna.
Ia tahu bahwa dirinya pasti akan binasa jika sampai bertarung melawan dua satria Pandawa itu.
Namun, di hari ke-18, ketika pasukan Kurawa telah habis dan hanya tersisa Duryudana serta Sengkuni, tak ada lagi jalan untuk lari.
Dengan terpaksa, Sengkuni maju sebagai senopati terakhir. Werkudara alias Bima segera menyambutnya dengan penuh amarah.
Ia mengayunkan gada Rujakpolo bertubi-tubi, tapi Sengkuni tampak tak mempan. Tubuhnya kebal seolah tidak bisa dilukai senjata apa pun.
Bima pun merasa heran dan malu karena gagal menumpas musuhnya.
Namun Kresna segera membisikkan rahasia: tubuh Sengkuni kebal karena pernah mandi dengan minyak tala, ramuan sakti milik Resi Abiyasa yang membuat tubuh tak bisa dilukai.
Tapi, ada satu bagian yang tidak terkena minyak, yakni lubang dubur, karena tidak sempat terolesi.
Mengetahui titik lemahnya, Bima pun bertindak. Ia tak lagi menggunakan senjata, melainkan menyerang dengan tangan kosong, tepat ke titik paling lemah itu.
Dalam sekejap, Sengkuni roboh. Bima menuntaskan dendam panjangnya dan memberi pelajaran akhir bagi sang biang kejahatan.
Kematian Sengkuni menjadi simbol bahwa sebesar apa pun tipu daya dan kekuatan kebal seseorang, kebenaran pasti menemukan celah untuk menang.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani