MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kelompok binaan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Fuel Terminal Madiun aktif ikut bazar UMKM dalam tiga bulan terakhir. Seperti pada Januari lalu, Kelompok 3R Pendekar binaan Pertamina turut serta berpartisipasi dalam bazar UMKM “Gowes Bareng Wali Kota Madiun” di halaman INKA.
Kemudian, pada Maret lalu ikut bazar UMKM Kota Kota di Lapak Peson Madiun Lor. Lewat kegiatan bazar UMKM tersebut diharapkan dapat menguatkan perekonomian masyarakat. Serta mengenalkan produk hasil olahan kelompok binaan.
Adapun Kelompok 3R Pendekar binaan Pertamina itu merupakan kelompok yang berorientasi pada program budidaya maggot. Ini merupakan tahun kedua pembinaan kelompok tersebut oleh Pertamina.
Selama mengikuti penyelenggaraan bazar UMKM itu, Pertamina sengaja memperkenalkan maggot sebagai terobosan baru dalam produksi pakan ternak melalui praktik pengolahan sampah organik. Oleh karena itu, adanya kegiatan bazar itu dinilai mampu menumbuhkan usaha baru di dalam masyarakat guna menumbuhkan ekonomi kreatif.
Area Manager Comm, Rel & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Deden Mochammad Idhani menjelaskan, program CSR ini sejalan dengan penerapan Environment, Social & Governance (ESG) dan Sustainability Development Goals (SDGs). Pertamina selalu berupaya seimbang dalam menjalankan bisnis perusahaan.
Demi menjaga kesinambungan bisnis perusahaan, Pertamina juga berupaya mengembangkan program pemberdayaan terutama untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kegiatan usaha ekonomi kreatif program CSR Fuel Terminal Madiun ini dibuktikan oleh Kelompok 3R Pendekar dengan berdasar pada ide dari masyarakat untuk mengurangi sampah organik di lingkungan mereka. Sampah itu kemudian diolah menggunakan media maggot. ‘’Semoga ke depannya program ini akan terus berkembang untuk menciptakan lingkungan yang semakin baik dan tentunya dapat menyokong perkonomian msayarakat sekitar,’’ ujar Deden.
Kelompok 3R Pendekar juga memiliki media sosial (instagram @3rpendekar madiun dan facebook @3rpendekar) sebagai sarana pemasaran dari magot sebagai pakan ternak. Selain itu, kelompok juga melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk keberhasilan program.
‘’Tentunya kami juga mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang selalu terlibat dan berkolaborasi dalam menjalankan program-program CSR yang kami rancang, mulai dari masyarakat sendiri, lembaga dan instansi kemasyarakatan, media hingga pemerintah daerah setempat,’’ pungkas Deden. (her)
Editor : Hengky Ristanto