Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Berbekal KUR BRI, Hayanah Dirikan KWT Sri Mandiri Sukses Ekspor Produk Ubi Jalar dari Kuningan ke Malaysia-Korea

Hengky Ristanto • Senin, 12 Mei 2025 | 00:49 WIB
Hayanah, kiri, sukses mendirikan KWT Sri Mandiri hingga mampu ekspor ubi jalar dari Kuningan ke Malaysia dan Korea. FOTO: ISTIMEWA
Hayanah, kiri, sukses mendirikan KWT Sri Mandiri hingga mampu ekspor ubi jalar dari Kuningan ke Malaysia dan Korea. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Madiun – Dari kaki Gunung Ciremai, sosok perempuan tangguh bernama Hayanah (59) menjadi inspirasi warga Desa Sembawa, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Berbekal modal kecil dan pendampingan dari Bank BRI, dia berhasil mendirikan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Mandiri yang kini memberdayakan lebih dari 100 perempuan desa.

Hayanah pernah mengalami krisis ekonomi hebat pada 1998 yang memaksanya pulang kampung dari Jakarta.

Namun dari keterpurukan itulah ia menemukan harapan lewat budidaya dan olahan ubi jalar.

Pada 2009, ia membentuk KWT Sri Mandiri bersama ibu-ibu rumah tangga, didukung Dinas Pertanian setempat.

Dengan iuran awal hanya Rp5.000 dan simpanan pokok Rp20.000 per anggota, mereka memulai usaha olahan ubi jalar.

“Ini bukan hanya usaha, tapi juga cara kami belajar dan membantu keluarga,” ujar Hayanah.

Perjuangan bertahun-tahun akhirnya berbuah manis. Produk mereka kini tersedia di lebih dari 1.400 gerai minimarket wilayah Cirebon hingga Brebes, bahkan telah merambah Malaysia dan Korea dalam skala terbatas.

Saat pandemi, distribusi ke Bali sempat terhenti, namun mereka justru memperkuat pasar di Jabodetabek dan Cirebon.

Tak hanya ekonomi, dampak sosial pun terasa. Perempuan yang dulunya hanya ibu rumah tangga kini mandiri secara finansial.

“Kami bukan hanya mencari uang, tapi juga ilmu dan kebersamaan,” tuturnya.

Perjalanan KWT Sri Mandiri tak lepas dari dukungan Bank BRI. Pada 2010, Hayanah menerima pinjaman awal Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dana tersebut digunakan untuk memperluas usaha, termasuk membeli mesin, membangun fasilitas, dan memperluas rumah produksi.

Pada 2022, BRI Peduli juga memberikan bantuan peralatan pengolahan tepung berkapasitas 40 kg.

“Meski belum mencukupi semua permintaan pasar, bantuan ini sangat berarti. Setidaknya kami bisa produksi sendiri,” ungkapnya.

Hayanah berharap lebih banyak perempuan berani terjun ke dunia usaha.

“Jangan takut dan minder. Jika niatnya ibadah demi keluarga, jalan akan terbuka,” pesannya.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyebut program Klasterkuhidupku menjadi bagian penting dalam pemberdayaan UMKM.

“Kami tidak hanya menyalurkan KUR, tapi juga pelatihan dan pendampingan usaha agar UMKM naik kelas dan menjadi pilar ekonomi nasional,” ujarnya. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#Klasterkuhidupku #kuningan #KUR BRI #Hayanah #KWT Sri Mandiri #ubi jalar