Jawa Pos Radar Madiun - Publik dihebohkan dengan kabar pemblokiran rekening dormant atau rekening pasif tanpa aktivitas selama tiga bulan oleh PPATK.
Kebijakan ini memicu kepanikan dan membuat banyak nasabah menarik dananya.
Lalu, di mana sebaiknya menyimpan harta selain rekening tabungan? Berikut enam alternatif yang bisa dipertimbangkan.
1. Deposito
Deposito mirip tabungan, tetapi menawarkan bunga lebih tinggi karena dana disimpan dalam jangka waktu tertentu.
Uang yang ditempatkan di deposito “terkunci” hingga jatuh tempo, mulai dari beberapa bulan hingga beberapa tahun.
Produk ini tergolong aman karena dijamin pemerintah hingga batas tertentu, meski akses pencairannya tidak sefleksibel tabungan biasa.
2. Reksadana
Reksadana mengumpulkan dana dari banyak investor untuk diinvestasikan oleh manajer investasi profesional ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang.
Cocok bagi yang ingin berinvestasi tanpa repot mengelola portofolio sendiri. Pilih jenis reksadana yang sesuai tujuan, karena investor tidak memiliki kendali langsung atas aset yang dipilih.
3. Saham
Membeli saham berarti memiliki sebagian kepemilikan perusahaan. Potensi keuntungannya besar, baik dari kenaikan harga saham maupun dividen.
Namun, risikonya juga tinggi sehingga perlu riset sebelum membeli. Saham cocok bagi yang ingin pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang.
4. Emas
Emas sudah lama menjadi pelindung nilai terhadap inflasi. Bisa dibeli dalam bentuk perhiasan, logam mulia, atau melalui instrumen investasi emas lainnya.
Saat nilai mata uang turun, harga emas cenderung naik. Cocok sebagai diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi.
5. Valas
Valuta asing (valas) diperdagangkan di pasar global yang sangat likuid. Potensi cuan tinggi, tetapi risikonya juga besar karena fluktuasi nilai tukar.
Dibutuhkan pemahaman, strategi, dan keterampilan khusus sebelum terjun ke perdagangan valas.
6. Properti
Investasi properti seperti tanah atau bangunan menawarkan potensi keuntungan dari kenaikan harga atau pendapatan sewa.
Membutuhkan modal besar, riset pasar, dan pengelolaan yang matang. Cocok untuk investasi jangka panjang dengan risiko moderat. (eln/naz)
Editor : Mizan Ahsani