LAMPUNG, Jawa Pos Radar Madiun – Kisah sukses Nadi Sugiharto menjadi bukti bagaimana Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI mampu menggerakkan ekonomi rakyat.
Pedagang buah di Pasar SMEP, Bandar Lampung, itu telah menjalankan usaha nanas sejak 1993.
Konsistensinya menjaga kualitas membuat usahanya tetap dipercaya pelanggan hingga kini.
Dari lapak sederhana, Nadi fokus menjual nanas lokal yang dikenal manis dan segar.
Seiring waktu, ia berinovasi mengolah nanas menjadi petisan dan selai agar daya simpan lebih lama.
“Selain menjual ke pembeli perorangan, saya juga memasok ke restoran, hotel, dan toko roti,” jelas Nadi, Sabtu (20/9).
Titik balik usahanya terjadi pada 2020 ketika ia memperoleh pembiayaan KUR BRI senilai Rp50 juta.
Setahun kemudian, plafon naik menjadi Rp65 juta. Modal tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
“Prosesnya mudah. Produksi meningkat, omzet naik, dan pelanggan bertambah. Harapan saya usaha ini bisa terus berkembang,” ujarnya.
Kini, Nadi memanfaatkan layanan digital BRI melalui BRImo untuk mengelola keuangan.
Ia juga menggunakan QRIS agar transaksi lebih praktis. Usaha ini turut memberi dampak sosial.
Jumlah pekerja yang semula hanya dirinya kini bertambah menjadi beberapa karyawan tetap. “Saat Ramadan, pekerja bisa sampai 15 orang,” tambahnya.
Hingga akhir Agustus 2025, BRI mencatat penyaluran KUR sebesar Rp114,28 triliun kepada 2,5 juta debitur UMKM atau 65,31 persen dari total alokasi Rp175 triliun.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan, KUR menjadi instrumen strategis memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Penyaluran yang tepat sasaran akan mendorong produktivitas dan membuka peluang kerja lebih luas,” tegasnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto