Jawa Pos Radar Madiun - Pasar saham Indonesia dibuka menguat pada perdagangan awal November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik 1,02% ke level 8.246 pada pukul 09.14 WIB, bertambah 83,1 basis poin dari penutupan sebelumnya.
Mengutip data RTI Business, volume transaksi mencapai 3,127 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,306 triliun dari 287 ribu kali transaksi.
Secara keseluruhan, sebanyak 301 saham menguat, 234 melemah, dan 156 stagnan di sesi awal perdagangan.
Analisis: IHSG Berpotensi Bergerak Dinamis
Equity Analyst IPOT, Imam Gunadi, memperingatkan IHSG berpotensi bergerak dinamis sepanjang pekan karena dipengaruhi rilis sejumlah data ekonomi domestik.
“Secara teknikal, level 8.354 menjadi batas atas (resistance) untuk skenario optimistis, dengan asumsi data pertumbuhan ekonomi dan inflasi menunjukkan stabilitas yang baik serta menjaga persepsi positif investor terhadap daya tahan ekonomi nasional,” ujar Imam kepada JawaPos.com, Senin (3/11).
Namun, ia menambahkan bahwa IHSG bisa menguji area 7.959 bila pertumbuhan ekonomi melambat atau tekanan eksternal meningkat akibat kebijakan moneter global dan volatilitas komoditas.
Fokus Pasar Pekan Ini: Data Ekonomi RI
Pasar akan menyoroti tiga rilis data ekonomi penting pada pekan 3–7 November 2025:
- Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2025
- PMI Manufaktur Oktober 2025
- Data Inflasi Oktober 2025
Konsensus Bloomberg memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,8%, sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kinerja ekonomi Kuartal III kemungkinan sedikit lebih lemah akibat moderasi aktivitas domestik dan tekanan eksternal.
Di sisi lain, BPS dijadwalkan merilis data inflasi awal pekan ini, dengan proyeksi inflasi tahunan turun menjadi 2,59% (yoy) dari 2,65% pada September, menunjukkan stabilitas harga yang terjaga.
Rekomendasi Saham dan Obligasi Pekan Ini
Berikut rekomendasi dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) untuk inspirasi trading:
1. KLBF (Kalbe Farma) – Buy on Pullback
- Entry: 1.235–1.255
- Target Price: 1.345
- Stop Loss: 1.215
Kalbe Farma hingga Kuartal III-2025 mencatat penjualan Rp 25,98 triliun (+7,22% YoY) dan laba bersih Rp 2,63 triliun (+10,97% YoY). Efisiensi operasional menjadikannya saham defensif di tengah perlambatan ekonomi.
2. JPFA (Japfa Comfeed Indonesia) – Buy
- Entry: 1.510
- Target Price: 2.730
- Stop Loss: 2.430
JPFA mencatat laba bersih Rp 2,4 triliun (+15,1% YoY), melampaui estimasi konsensus. Lonjakan laba Kuartal III (+90,6% YoY) didorong pemulihan harga broiler dan DOC yang memperbaiki margin.
3. TAPG (Triputra Agro Persada) – Buy
- Entry: 1.880
- Target: 2.000
- Stop Loss: 1.825
TAPG mencatat pendapatan Rp 8,20 triliun (+31,48% YoY) hingga Kuartal III-2025. Permintaan CPO diproyeksikan naik menjelang akhir tahun seiring kebutuhan industri makanan-minuman dan program biodiesel domestik.
4. Obligasi RF0100, FR0091, FR0059 – Buy
Pelonggaran kebijakan moneter global memberi angin segar bagi pasar obligasi.
Penghentian Quantitative Tightening (QT) oleh The Fed menjadi katalis positif, menurunkan yield global dan meningkatkan arus modal ke emerging market, termasuk Indonesia. (fin)
Editor : AA Arsyadani