Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Awal November 2025, IHSG Tembus 8.246, Didukung Inflasi Stabil dan Penghentian QT The Fed Dorong Arus Modal ke Indonesia

Sukma Maharani Putri • Senin, 3 November 2025 | 23:05 WIB
IHSG naik ke 8.246 awal November 2025, dipengaruhi data ekonomi positif dan inflasi relatif stabil.
IHSG naik ke 8.246 awal November 2025, dipengaruhi data ekonomi positif dan inflasi relatif stabil.

Jawa Pos Radar Madiun - Pasar saham Indonesia dibuka menguat pada perdagangan awal November 2025.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat naik 1,02% ke level 8.246 pada pukul 09.14 WIB, bertambah 83,1 basis poin dari penutupan sebelumnya.

Mengutip data RTI Business, volume transaksi mencapai 3,127 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,306 triliun dari 287 ribu kali transaksi.

Secara keseluruhan, sebanyak 301 saham menguat, 234 melemah, dan 156 stagnan di sesi awal perdagangan.

Analisis: IHSG Berpotensi Bergerak Dinamis

Equity Analyst IPOT, Imam Gunadi, memperingatkan IHSG berpotensi bergerak dinamis sepanjang pekan karena dipengaruhi rilis sejumlah data ekonomi domestik.

“Secara teknikal, level 8.354 menjadi batas atas (resistance) untuk skenario optimistis, dengan asumsi data pertumbuhan ekonomi dan inflasi menunjukkan stabilitas yang baik serta menjaga persepsi positif investor terhadap daya tahan ekonomi nasional,” ujar Imam kepada JawaPos.com, Senin (3/11).

Namun, ia menambahkan bahwa IHSG bisa menguji area 7.959 bila pertumbuhan ekonomi melambat atau tekanan eksternal meningkat akibat kebijakan moneter global dan volatilitas komoditas.

Fokus Pasar Pekan Ini: Data Ekonomi RI

Pasar akan menyoroti tiga rilis data ekonomi penting pada pekan 3–7 November 2025:

  1. Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2025
  2. PMI Manufaktur Oktober 2025
  3. Data Inflasi Oktober 2025

Konsensus Bloomberg memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,8%, sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kinerja ekonomi Kuartal III kemungkinan sedikit lebih lemah akibat moderasi aktivitas domestik dan tekanan eksternal.

Di sisi lain, BPS dijadwalkan merilis data inflasi awal pekan ini, dengan proyeksi inflasi tahunan turun menjadi 2,59% (yoy) dari 2,65% pada September, menunjukkan stabilitas harga yang terjaga.

Rekomendasi Saham dan Obligasi Pekan Ini

Berikut rekomendasi dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) untuk inspirasi trading:

1. KLBF (Kalbe Farma) – Buy on Pullback

2. JPFA (Japfa Comfeed Indonesia) – Buy

Baca Juga: Pinterest Jadi Tempat Healing Pasca Isu Perselingkuhan Viral: 'Tak semua Cinta Perlu Dimenangkan, Kadang yang Terbaik adalah Melepaskan'

3. TAPG (Triputra Agro Persada) – Buy

4. Obligasi RF0100, FR0091, FR0059 – Buy

Pelonggaran kebijakan moneter global memberi angin segar bagi pasar obligasi.

Penghentian Quantitative Tightening (QT) oleh The Fed menjadi katalis positif, menurunkan yield global dan meningkatkan arus modal ke emerging market, termasuk Indonesia. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#ihsg menguat #the fed #Inflasi Stabil #saham indonesia #pasar saham indonesia