Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

BRI Catat 13,6 Juta UMKM Gunakan LinkUMKM, Bukti Transformasi Digital Ekonomi Rakyat

Hengky Ristanto • Selasa, 4 November 2025 | 20:49 WIB
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya bersama pelaku UMKM pengguna platform LinkUMKM.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya bersama pelaku UMKM pengguna platform LinkUMKM.

Jawa Poa Radar Madiun – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform digital LinkUMKM.

Hingga akhir September 2025, tercatat lebih dari 13,6 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat proses naik kelas.

Aplikasi LinkUMKM kini menjadi wadah pelatihan digital yang memperkuat daya saing UMKM di seluruh Indonesia.

Platform ini memiliki enam fitur utama, yaitu UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register Nomor Induk Berusaha (NIB).

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa LinkUMKM dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku UMKM dalam mengakses informasi pasar serta meningkatkan kemampuan administrasi dan manajemen usaha.

“Melalui LinkUMKM, setiap pelaku usaha berkesempatan mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnisnya,” ujar Akhmad.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam membangun ekonomi yang berdikari dan memperkuat segmen UMKM Indonesia.

LinkUMKM menghadirkan fitur pembelajaran dan pelatihan daring terintegrasi, dengan materi yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Pelaku usaha dapat mengikuti program pelatihan aplikatif yang mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme bisnis.

Salah satu fitur unggulannya, UMKM Smart, memberikan rekomendasi pengembangan spesifik berdasarkan hasil self-assessment atau skoring mandiri pelaku usaha.

Ada pula fitur Self-Assessment Naik Kelas yang membantu pelaku usaha mengenali kapasitas bisnis melalui sistem digital.

Hasil penilaian tersebut kemudian digunakan untuk memberikan rekomendasi pelatihan sesuai tahapan usaha, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, hingga modern.

Hingga kini, platform ini telah menyediakan lebih dari 690 modul pelatihan daring yang mencakup kompetensi teknis dan nonteknis.

“Kami ingin proses pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pelatihan, tapi benar-benar membantu pelaku usaha memahami posisi dan potensi bisnisnya,” lanjut Akhmad.

“Dengan pendekatan digital ini, setiap pengusaha bisa belajar dan berkembang sesuai kapasitasnya.”

Ke depan, BRI akan terus memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha dengan akses pembelajaran, pendampingan, dan pasar yang terhubung dalam satu ekosistem digital.

Melalui LinkUMKM, BRI berkomitmen mendorong UMKM Indonesia agar semakin adaptif, berdaya saing, dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pemberdayaan UMKM terpadu BRI, kunjungi www.linkumkm.id. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#ekonomi kerakyatan #pemberdayaan umkm #UMKM Naik Kelas #pelatihan digital #Link UMKM #bri #BRI Micro