Jawa Pos Radar Madiun - Harga emas dunia mulai menunjukkan tanda kebangkitan pada awal November 2025.
Lonjakan permintaan dari China menjadi salah satu faktor utama yang menggerakkan pasar emas global menuju tren positif.
Permintaan Emas China Melonjak
Sebagai konsumen emas terbesar di dunia, China kembali mencatat peningkatan signifikan dalam pembelian logam mulia, baik untuk kebutuhan investasi maupun perhiasan.
Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor utama:
-
Meningkatnya daya beli masyarakat setelah stimulus ekonomi dari pemerintah Tiongkok.
-
Aktivitas industri perhiasan yang meningkat menjelang Tahun Baru Imlek 2026.
-
Melemahnya nilai yuan terhadap dolar AS, sehingga emas menjadi pilihan menarik sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Sentimen Global Dukung Tren Bullish
Selain dari pasar China, harga emas juga mendapatkan dukungan dari faktor eksternal global.
Beberapa di antaranya adalah:
-
Kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang mulai melunak.
-
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong investor mencari aset aman.
-
Permintaan tinggi dari bank sentral dunia yang terus menambah cadangan emas.
Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, para analis memperkirakan bahwa tren bullish emas berpotensi berlanjut hingga akhir tahun 2025.
Prediksi Harga Emas Global dan Lokal
Sejumlah lembaga keuangan memperkirakan harga emas dunia dapat mencapai US$2.500 per troy ounce jika permintaan dari kawasan Asia terus meningkat.
Sementara itu, harga emas di pasar domestik Indonesia diprediksi menembus Rp1,45 juta per gram menjelang Desember 2025.
Pandangan Analis Pasar
Menurut para analis komoditas, sinyal dari China menjadi katalis penting yang menentukan arah pergerakan harga emas global.
Apabila tren pembelian emas fisik serta investasi melalui Exchange Traded Fund (ETF) terus meningkat, harga emas diproyeksikan menutup tahun dengan performa positif dan stabil.
Kenaikan permintaan dari China kini menjadi indikator kuat bahwa harga emas tengah memasuki fase kebangkitan.
Dengan dukungan faktor global seperti kebijakan moneter longgar dan ketidakpastian ekonomi, emas kembali menegaskan posisinya sebagai aset lindung nilai utama di penghujung 2025. (fin)
Editor : AA Arsyadani