Jawa Pos Radar Madiun – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (5/11/2025), tercatat di kisaran Rp16.733 per USD.
Pelemahan ini dipicu oleh tekanan eksternal dari pergerakan dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Analis pasar uang menyebutkan, penguatan dolar AS terjadi seiring data ekonomi Amerika yang masih solid, membuat pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kondisi tersebut meningkatkan minat terhadap aset dolar dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Mengutip laporan Antara, faktor global seperti ketenangan pasar keuangan dunia dan optimisme terhadap ekonomi AS turut memperkuat posisi dolar.
Sementara itu, dari dalam negeri, sejumlah pejabat menilai pelemahan rupiah masih dalam batas wajar dan kondisi ekonomi nasional relatif stabil dibandingkan negara berkembang lainnya.
Meski menghadapi tekanan jangka pendek, peluang stabilisasi nilai tukar rupiah masih terbuka melalui intervensi Bank Indonesia dan penguatan kebijakan makroekonomi.
Dukungan dari sektor ekspor serta arus modal jangka panjang diharapkan dapat menjaga ketahanan rupiah menjelang akhir tahun. (fin)
Editor : AA Arsyadani