Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Perusahaan Anak BRI Cetak Laba Rp 8,2 Triliun, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan

Hengky Ristanto • Senin, 8 Desember 2025 | 01:16 WIB
BRI mencatatkan kinerja keuangan konsolidasi Triwulan III 2025, termasuk kontribusi signifikan perusahaan anak.
BRI mencatatkan kinerja keuangan konsolidasi Triwulan III 2025, termasuk kontribusi signifikan perusahaan anak.

JAKARTA – Kinerja BRI Group kembali menunjukkan tren kuat hingga Triwulan III 2025.

Sinergi antarperusahaan anak terbukti menjadi pilar penting yang menjaga stabilitas, profitabilitas, sekaligus memperkuat fundamental bisnis perseroan.

Total aset perusahaan anak mencapai Rp244,5 triliun atau tumbuh 15 persen secara tahunan.

Dari sisi profitabilitas, laba perusahaan anak melonjak 27,6 persen YoY menjadi Rp8,2 triliun.

Wakil Direktur Utama BRI, Agus Noorsanto, menjelaskan bahwa kontribusi anak usaha kini semakin signifikan terhadap kinerja grup.

“Perusahaan anak BRI Group memberikan kontribusi laba 19,9 persen dari total laba konsolidasi, dan 11,45 persen dari total aset,” ujar Agus dalam paparan kinerja keuangan Triwulan III 2025.

Menurut Agus, strategi integrasi dan kolaborasi lintas entitas membuat model bisnis BRI semakin kokoh.

Anak-anak perusahaan tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi satu ekosistem layanan keuangan yang saling melengkapi.

“Sinergi perusahaan anak menjadi elemen penting yang memperkuat BRI sebagai satu entitas. Strategi kolaborasi makin optimal,” imbuhnya.

Saat ini BRI memiliki 10 perusahaan anak yang bergerak di beragam sektor jasa keuangan.

Antara lain, Pegadaian, PNM, BRI Life, BRI Insurance, Bank Raya Indonesia, BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Manajemen Investasi, BRI Ventures, dan BRI Global Financial Services.

Setiap entitas memainkan peran strategis, mulai pembiayaan ultra mikro, investasi, asuransi, hingga layanan digital.

BRI saat ini menjalankan program transformasi besar bertajuk BRIVolution Reignite.

Fokus utamanya ada pada dua pilar: penguatan bisnis funding dan penguatan core business secara berkelanjutan.

Transformasi ini diarahkan agar BRI tetap menjadi bank terdepan di segmen UMKM, sekaligus memperluas sumber pertumbuhan di sektor lain.

Selain itu, BRI terus menumbuhkan “Second Engines of Growth” dengan memperkuat segmen konsumer dan mengembangkan layanan bullion (bank emas).

Dalam lini bullion, Pegadaian — anak usaha BRI dengan lebih dari 4.000 kantor layanan — baru saja meluncurkan super app Tring, aplikasi pembelian emas digital yang memudahkan masyarakat berinvestasi tanpa batasan lokasi dan waktu.

Langkah ini diharapkan mempercepat diversifikasi pendapatan grup sekaligus membuka peluang baru bagi segmen ekonomi rakyat.

“Diversifikasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan yang sehat, tetapi juga menunjukkan keberpihakan BRI kepada sektor produktif dan masyarakat luas,” ujar Agus. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#bank emas #Perusahaan Anak BRI #BRI Group #Laporan Keuangan BRI #Pegadaian Tring #kinerja keuangan bri #bri #pegadaian #laba BRI 2025 #BRIVolution