Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

22 Tahun di BEI, Saham BBRI Melonjak 48 Kali Lipat sejak IPO

Hengky Ristanto • Rabu, 17 Desember 2025 | 02:47 WIB
Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta. Saham BBRI tercatat telah naik sekitar 48 kali lipat sejak IPO pada 2003. DOK BRI
Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta. Saham BBRI tercatat telah naik sekitar 48 kali lipat sejak IPO pada 2003. DOK BRI

JAKARTA – Lebih dari dua dekade melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan kinerja impresif.

Sejak penawaran umum perdana (IPO) pada 10 November 2003, harga saham BBRI tercatat telah meningkat sekitar 48 kali lipat jika memperhitungkan aksi korporasi berupa stock split dan rights issue.

Saat IPO, BRI melepas 3,81 miliar saham dengan harga Rp 875 per saham.

Sejak resmi tercatat di BEI, saham BBRI menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan, mencerminkan kepercayaan pasar yang terus menguat terhadap kinerja perseroan.

Dalam empat tahun pertama pasca-IPO, kapitalisasi pasar BRI telah menembus Rp 100 triliun.

Momentum tersebut berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2013, kapitalisasi pasar mencapai Rp 200 triliun, meningkat menjadi Rp 300 triliun pada 2015.

Untuk memperkuat likuiditas dan memperluas basis investor, BRI melakukan dua kali stock split.

Pertama pada Januari 2011 dengan rasio 1:2, dan kedua pada November 2017 dengan rasio 1:5.

Langkah ini dilakukan agar harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel.

Memasuki awal 2020-an, tren penguatan saham BBRI tetap berlanjut seiring stabilitas kinerja fundamental perseroan.

Pada 2022, kapitalisasi pasar BBRI menembus Rp 700 triliun.

Performa positif berlanjut sepanjang 2023, ketika saham BBRI mencapai all time high di level Rp 5.725 per saham pada 28 Desember 2023.

Kenaikan harga tersebut mendorong kapitalisasi pasar BBRI ke kisaran Rp 867 triliun.

Meski sepanjang 2025 pergerakan saham diwarnai fluktuasi akibat ketidakpastian global dan domestik, sejumlah analis menilai fundamental BRI tetap solid.

Per September 2025, kapitalisasi pasar BBRI tercatat Rp 591,1 triliun, menempatkan BRI di peringkat 114 bank terbesar dunia dan peringkat keempat di Asia Tenggara.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan perjalanan lebih dari dua dekade di pasar modal mencerminkan konsistensi strategi bisnis dan transformasi berkelanjutan perseroan.

“Menginjak usia ke-130 tahun, BRI terus menciptakan value dari aspek ekonomi dan bisnis, seperti pertumbuhan laba dan aset yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan dividen serta kenaikan nilai saham, sehingga memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#bbri #Bursa Efek Indonesia #IPO BBRI #saham bri #pasar modal #investasi #perbankan