JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM berbasis komunitas.
Hingga akhir 2025, BRI telah membina 42.682 klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku, disertai 3.001 kegiatan pemberdayaan berupa pelatihan usaha serta dukungan sarana dan prasarana produksi.
Dari total klaster tersebut, 82,36 persen merupakan klaster sektor produksi dan 17,64 persen sektor nonproduksi.
Sektor pertanian mendominasi dengan porsi 48,05 persen, menegaskan fokus BRI pada penguatan ekonomi riil di daerah.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, Klasterku Hidupku dirancang untuk mendorong UMKM naik kelas melalui pendekatan kolektif berbasis kesamaan sektor, karakter wilayah, serta kedekatan sosial masyarakat.
“BRI tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem usaha melalui pelatihan, peningkatan literasi keuangan, dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing klaster,” ujarnya.
Seiring penguatan klaster, tingkat inklusi keuangan juga terus meningkat.
Dari lebih 480 ribu anggota klaster, sekitar 87,7 persen telah memiliki rekening BRI dan rata-rata sudah terhubung dengan akses pembiayaan guna mendukung pengembangan usaha mereka.
Program Klasterku Hidupku menjadi bagian dari strategi BRI untuk menaikkelaskan nasabah UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Inisiatif ini melengkapi berbagai program pemberdayaan lain seperti Desa BRILiaN, Rumah BUMN, dan LinkUMKM, memperkuat peran BRI sebagai agent of development dalam pengembangan ekonomi kerakyatan nasional. (*)
Editor : Hengky Ristanto