Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

IHSG Terkoreksi Usai Pengumuman MSCI, Analis Nilai Dampaknya Hanya Sementara dan Justru Jadi Momentum Buy the Dip

AA Arsyadani • Rabu, 28 Januari 2026 | 14:36 WIB
Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10/2025).

Jawa Pos Radar Madiun - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai hanya bersifat sementara.

Analis menilai kondisi fundamental makroekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang pasar saham dalam jangka menengah hingga panjang.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyebut sentimen negatif dari kebijakan MSCI tidak mengubah fondasi utama ekonomi nasional.

Menurutnya, koreksi yang terjadi justru bisa dimanfaatkan investor untuk masuk ke pasar di harga yang lebih menarik.

“Kalau secara dinamika perekonomian, fundamental makroekonomi domestik kita masih solid. Dengan kondisi IHSG yang masih secara psikologis sudah melalui pelemahan yang signifikan, tentunya ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk melakukan down dip (buy the dip),” ujar Nafan.

Sentimen MSCI Tekan IHSG, Tapi Tren Belum Berubah

Secara teknikal, Nafan menjelaskan bahwa IHSG sebenarnya masih berada dalam fase tren naik. Namun, pengumuman MSCI mengenai pembekuan sementara proses rebalancing indeks saham Indonesia memicu tekanan jual dalam jangka pendek.

“Sebenarnya, pergerakan IHSG itu sejauh ini ketika belum terdapat pengumuman MSCI masih dalam kategori up trend. Tapi sekarang sudah mulai agak terpatahkan karena terkait dengan dinamika pengumuman MSCI,” jelasnya.

Ia mengingatkan investor agar tidak bereaksi berlebihan dengan aksi jual panik. Menurutnya, dampak kebijakan MSCI lebih bersifat psikologis ketimbang mencerminkan kondisi fundamental emiten domestik.

MSCI Bekukan Rebalancing Saham Indonesia

Sebagai informasi, pada Selasa (28/1) waktu Amerika Serikat, MSCI mengumumkan pembekuan sementara rebalancing indeks saham Indonesia. Kebijakan ini mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), Number of Shares (NOS), penambahan konstituen baru ke indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI), hingga promosi saham dari segmen Small Cap ke Standard.

MSCI menyebut langkah tersebut diambil untuk menekan risiko investability dan memberi ruang bagi otoritas Indonesia dalam meningkatkan transparansi pasar.

Sebelumnya, MSCI juga sempat meminta masukan pelaku pasar terkait penggunaan laporan kepemilikan bulanan KSEI sebagai referensi tambahan dalam perhitungan free float saham. Investor global menyoroti isu transparansi kepemilikan dan potensi perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar.

IHSG Terkoreksi Tajam

Tekanan sentimen tersebut langsung tercermin di pasar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada Rabu pagi dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke level 8.382,48. Indeks LQ45 juga terkoreksi 6,39 persen ke posisi 820,16.

Meski demikian, Nafan menilai kondisi ini tidak mengubah prospek jangka menengah pasar saham Indonesia, selama stabilitas makroekonomi tetap terjaga dan kebijakan otoritas berjalan konsisten. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#pasar saham #ihsg #ekonomi Indonesia #MSCI #indeks harga saham gabungan (ihsg)