Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

KUR BRI Dongkrak Produksi Genteng, Pengrajin Majalengka Modernisasi Mesin

Hengky Ristanto • Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:14 WIB

PRODUKSI GENTENG: Aktivitas produksi genteng tanah liat di sentra industri genteng Majalengka yang terus bertahan di tengah persaingan material atap modern.
PRODUKSI GENTENG: Aktivitas produksi genteng tanah liat di sentra industri genteng Majalengka yang terus bertahan di tengah persaingan material atap modern.

MAJALENGKA – Di tengah maraknya material atap modern, usaha genteng tanah liat milik Hena Gian Hermana tetap bertahan.

Dari halaman rumah sederhana di Majalengka, pabrik genteng yang dirintis keluarganya sejak 1985 itu masih terus berproduksi memenuhi kebutuhan pasar.

Bagi Gian, genteng bukan sekadar bahan bangunan.

Setiap keping yang dicetak menjadi simbol ketekunan sekaligus upaya mempertahankan usaha tradisional di tengah perubahan zaman.

’’Usaha pabrik genteng memang tidak lepas dari pasang surut. Persaingan produk, biaya produksi tinggi, bahan baku terbatas, hingga berkurangnya tenaga kerja menjadi tantangan,’’ ujarnya.

Perjalanan usaha tersebut mulai berubah ketika Gian menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Akses pembiayaan yang lebih mudah memberinya ruang untuk mengembangkan usaha.

Tambahan modal dari KUR dimanfaatkan untuk membeli mesin cetak yang lebih modern serta memperbaiki tungku pembakaran.

Dampaknya cukup signifikan. Kapasitas produksi meningkat, kualitas genteng lebih seragam, dan proses pengerjaan menjadi lebih cepat.

’’BRI menjadi mitra penting bagi pelaku usaha genteng karena menyediakan fasilitas pinjaman bunga rendah melalui KUR,’’ jelasnya.

Selain pembiayaan, pendampingan dari BRI juga membantu Gian mengelola usaha lebih tertib.

Ia mulai memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mencatat arus kas, hingga merencanakan pengembangan bisnis.

Seiring meningkatnya produksi, kebutuhan tenaga kerja juga bertambah.

Gian merekrut warga sekitar untuk membantu proses produksi, mulai pencetakan hingga pengangkutan genteng.

Meski persaingan dengan atap modern seperti baja ringan dan genteng metal semakin ketat, Gian tetap optimistis genteng tanah liat masih memiliki pasar tersendiri.

’’Kami terus menjaga kualitas supaya pelanggan tetap percaya,’’ katanya.

Ke depan, ia berencana memperluas pemasaran tidak hanya untuk pembeli lokal, tetapi juga menyasar proyek perumahan skala lebih besar.

Gian juga menaruh harapan pada program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Program tersebut mendorong penggunaan genteng tanah liat sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

’’Program ini seperti oase bagi kami agar genteng Jatiwangi bisa kembali berjaya,’’ ujarnya.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan BRI siap mengambil peran strategis dalam mendukung program tersebut melalui pembiayaan KUR perumahan.

’’Ketika sudah ada kontrak antara pengusaha genteng dan developer, BRI siap memfasilitasi pembiayaan melalui KUR perumahan,’’ jelasnya.

Menurutnya, dukungan pembiayaan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Namun, juga mendorong pertumbuhan UMKM bahan bangunan serta membuka peluang kerja baru di berbagai daerah. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#usaha genteng majalengka #genteng tanah liat #KUR BRI #UMKM bahan bangunan #Pengrajin Genteng #majalengka